行ったことがありました...where have I been
Tampilkan postingan dengan label Random. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Random. Tampilkan semua postingan
In Random
Di mana kaki ini pernah menjejakkan langkahnya? Sebuah ajakan untuk mengingat kembali
Posted on Minggu, 29 Maret 2015
Oke, ini kali kedua dimana barang yang saya pesan tidak sampai ke tangan saya. Sebelumnya sih pengiriman menggunakan jasa ekspedisi Tiki, kali ini saya menggunakan Wahana Ekspedisi yang (katanya) selain murah juga mencapai kota-kota besar.
Tapi ternyata pada kenyataannya, ekspedisi ini tidak lebih baik daripada pendahulunya. As you can see pada caps di bawah, paket saya statusnya return. Bagian paling menyebalkan adalah... sang kurir sama sekali tidak berusaha menghubungi saya sebelumnya.
Ini pengalam pertama saya menggunakan Wahana Ekspedisi, dan sangat disayangkan harus menjadi buruk seperti ini. Seperti yang dapat dilihat, pada tanggal 27 paket sudah berada di Bandung. Hari pertama...masih sabar menunggu...berhubung itu hari sabtu, saya pikir, mungkin kurir Wahana tidak mengadakan pengiriman barang pada week end. Tanggal 28 saya lihat paket diterima di fasilitas (?). Tanggal 29 (hari ini) saya melihat statusnya dalam proses pengiriman...persis seperti hari sabtu, jadi saya berusaha bersabar menunggu. Saya sendiri pas hari senin siang mencoba menelpon petugas yang namanya tertera sebagai pelaksana kiriman...tapi tidak ada respon. Saya telpon dan saya sms, awalnya untuk memberi tahu bahwa penghuni rumah adanya di sore hari (kebetulan tadinya saya ada niat untuk pergi) tapi tidak ada balasan. Yang mengagetkan adalah ketika malam hari saya cek, status paketnya return!
Ha! Apa maksudnya coba? Status return, diluar area.
Diluar area apa? Rumah saya kan masih di Bandung... dan petugas JNE selalu bisa menemukan alamat saya. Kok bisa dianggap diluar area? Statusnya return pula. Saya langsung parno kalau paket saya dikirim kembali ke Surabaya. Karena ditulisnya: return. Bukan resend!
Saya langsung menghubungi seller, dan seller berjanji akan menghubungi ekspedisi besok pagi. Kita lihat saja kelanjutannya seperti apa ya... benar-benar pengalaman pertama yang tidak menyenangkan nih dengan Wahana Ekspedisi.
Wahana ekspedisi ini menarik ongkos kirim yang lumayan murah, jauh dibanding JNE atau tiki. Bandung-Surabaya 8 ribu saja. Keberadaan paketpun dapat dipantau, walaupun sayangnya masih tidak sedetil JNE, karena saya tidak mengerti kode-kode 2.1, 3.2 dll yang mereka tampilkan. Tapi kalau kasusnya seperti ini sih ya tidak menyenangkan juga ya...
Tapi ternyata pada kenyataannya, ekspedisi ini tidak lebih baik daripada pendahulunya. As you can see pada caps di bawah, paket saya statusnya return. Bagian paling menyebalkan adalah... sang kurir sama sekali tidak berusaha menghubungi saya sebelumnya.
Ini pengalam pertama saya menggunakan Wahana Ekspedisi, dan sangat disayangkan harus menjadi buruk seperti ini. Seperti yang dapat dilihat, pada tanggal 27 paket sudah berada di Bandung. Hari pertama...masih sabar menunggu...berhubung itu hari sabtu, saya pikir, mungkin kurir Wahana tidak mengadakan pengiriman barang pada week end. Tanggal 28 saya lihat paket diterima di fasilitas (?). Tanggal 29 (hari ini) saya melihat statusnya dalam proses pengiriman...persis seperti hari sabtu, jadi saya berusaha bersabar menunggu. Saya sendiri pas hari senin siang mencoba menelpon petugas yang namanya tertera sebagai pelaksana kiriman...tapi tidak ada respon. Saya telpon dan saya sms, awalnya untuk memberi tahu bahwa penghuni rumah adanya di sore hari (kebetulan tadinya saya ada niat untuk pergi) tapi tidak ada balasan. Yang mengagetkan adalah ketika malam hari saya cek, status paketnya return!
Ha! Apa maksudnya coba? Status return, diluar area.
Diluar area apa? Rumah saya kan masih di Bandung... dan petugas JNE selalu bisa menemukan alamat saya. Kok bisa dianggap diluar area? Statusnya return pula. Saya langsung parno kalau paket saya dikirim kembali ke Surabaya. Karena ditulisnya: return. Bukan resend!
Saya langsung menghubungi seller, dan seller berjanji akan menghubungi ekspedisi besok pagi. Kita lihat saja kelanjutannya seperti apa ya... benar-benar pengalaman pertama yang tidak menyenangkan nih dengan Wahana Ekspedisi.
Wahana ekspedisi ini menarik ongkos kirim yang lumayan murah, jauh dibanding JNE atau tiki. Bandung-Surabaya 8 ribu saja. Keberadaan paketpun dapat dipantau, walaupun sayangnya masih tidak sedetil JNE, karena saya tidak mengerti kode-kode 2.1, 3.2 dll yang mereka tampilkan. Tapi kalau kasusnya seperti ini sih ya tidak menyenangkan juga ya...
Dapat produk gratis untuk direview mungkin sudah biasa ya untuk para beauty blogger (apalagi yang udah punya nama). Tapi gimana kalau kamu bukan beauty blogger terkenal yang punya blog di atas satu juta viewer? Well, sekarang, kamu ga perlu jadi beauty blogger terkenal loh untuk dapat barang oke dan bikin reviewnya.
It's so funny, but since I saw my reader is not only from Indonesia, but also from many other countries, I think it would be much better to post my blog in many other languague beside Bahasa. I would not write everything in English or Japanese, only a certain post, like Indonesian culinary, culture, or anything like that, so my reader can also gain more knowledge from my blog (my blog is not all consist of make up, anyway).
So... thank you for still reading my blog... hope you'll like my new category.
Ada yang tau apa itu minions? Oke, buat yang belum kenal sama minions... saya perkenalkan....jengjreeeeng....the minions.....
![]() |
| Sumber: google.com |
Secara harfiah sih ya, minion ini artinya pengikut. Hihihi. Di film-nya sendiri, Despicable me, si makhluk-makluk kuning mungil mirip larva yang suka bertingkah konyol ini memang pengikut setia Gru (tokoh utama di film tersebut). Dengan kata lain... si makhluk kuning ini adalah pengikut Gru yang kemudian terkenal dengan nama "pengikut" alias minions, sampai-sampai sekarang kalau browse sama mbah google, ketik minions yang keluar ya makhluk kuning-kuning ini. hehehe. Saya sendiri ga tau deh, mereka ini makhluk apa sebenarnya. Yang pasti, mereka masing-masing sebenarnya punya nama. Walaupun punya jutaan minions (lebay dikit), Gru bisa membedakan mereka masing-masing kok, karena memang berbeda dari tinggi, rambut, dll
![]() |
| Sumber: sctv.co.id |
![]() |
| Pic from google |
Tapi selain itu ternyata masih ada gadget lain yang mungkin belum sefamiliar gadget yang sudah saya sebutkan di atas sana, yaitu beauty tools gadget. Saya bukan mau ngomongin alat kecantikan umum seperti hair dryer, catokan, curler, atau shaver. Tapi sesuatu yang bisa dibilang baru. Panasonic sendiri sekarang ini sudah mengeluarkan produk Panasonic beauty yang merupakan gadget "kecantikan".
Kali ini, saya mencoba terapi bekam dan ruqyah di BRC Cibadyut Bandung. Sebenernya awalnya saya niatnya untuk ruqyah, karena saya ingin menghilangkan gangguan-gangguan jin di diri saya. Saya kurang tau sih, ada gangguan jin atau ngga, tapi lha kok malesnya udah ga ketulungan saya ini. Terus otaknya mentoooook banget.
Sebenernya saya takut loh buat ruqyah. Takut terjadi apa-apa. Ok, saya memang terlalu banyak nonton tv. Proses ruqyah atau exorcism yang ditampilkan di tv rata-rata cukup mengerikan. Karena si "setan" kemudian bangun, marah-marah, menolak untuk pergi dsb. Sebagai orang yang masih kurang informasi (atau mungkin mendapat informasi yang salah) saya sangat takut, seandainya terjadi hal-hal seperti yang ada di tv. Karena saya terus-terusan ragu, akhirnya teman saya, Nurma yang mengambil keputusan untuk saya, dan "memaksa" saya ruqyah. Hihihi.
Saya sampai ke klinik BRC sudah cukup sore. Pertama saya mendaftar dulu ke bagian kasir/resepsionis. Saya disuruh mengisi map berisi data pribadi, keluhan, riwayat penyakit. Saya mengisi kolom keluhan dengan problem menstruasi yang tidak teratur. Setelah selesai mengisi map saya disuruh menunggu untuk dipanggil oleh terapis.
Tanpa menunggu lama saya dipanggil oleh terapis yang akan memangani saya ke suatu ruangan, lalu diperiksa dengan analisis retina. Di sini retina saya difoto dan terapis lalu menerangkan apa yang retina saya "katakan" tentang kesehatan saya. Tentunya terjadi juga proses curhat di sini. Hehehe. Berdasarkan hasil analisis retina, saya mengalami masalah di rahim (ah itu ya udah pasti laaah... saya kan pcos), di kandung kemih (oke, pengakuan dosa, saya memang beberapa bulan ke belakang ini jarang sekali minum), punggung, lambung (iya mba, saya juga tau kalau lambung saya ada masalah), dan ada luka terbuka juga (nah yang ini saya baru tau). Jalan penyembuhannya? Sebenarnya yaaah, sudah saya tau sejak dulu. Mengatur pola hidup sehat. Makan teratur, minum teratur, olah raga. Saya juga diberi beberapa resep produk herbal untuk dikonsumsi. Terapis juga menjelaskan bahwa kesembuhan 50% diperoleh dari diri kita sendiri, sedangkan terapi dan obat-obatan ini hanya berpengaruh 30% saja.
Setelah selesai sesi curhat, lalu dimulai proses ruqyah plus totok oksigen. Saya sebelumnya berwudhu dulu. Lalu terapis berdiri di belakang kursi saya, membacakan do'a sambil memijit-mijit bahu. Terapis sebelumnya memberi tahu, agar saya rileks, karena kalau saya tidak rileks, totok oksigen rasanya akan seperti dicekik. Saya juga diberitahu untuk memohon kesembuhan selama proses ini.
Pada saat proses totok dimulai, leher saya terasa tercekik (plus hidung sayapun jadi tersumbat) sampai-sampai saya harus bernafas melalui mulut, tapi semakin lama cekikannya semakin longgar. Selama proses ini saya menutup mata, saya tidak tau ayat apa yang dibacakan, karena rasa-rasanya saat itu yang saya tau hanyalah, saya merasa tercekik (padahal saya sudah serileks mungkin). Selama proses ruqyah saya juga tidak merasakan hal-hal aneh. Malah terapis yang sempat terputus meruqyahnya karena terbatuk-batuk (oke, saya sama sekali tidak tahu, ini ada hubungannya apa ngga).
Setelah ruqyah, saya disarankan untuk berbekam sekalian. Soal bekam ini, sebenarnya sudah ingin saya lakukan sejak sebelum nikah. Tapi gagal terus. Hihihi. Jadi mumpung udah ada di tempatnya, saya memutuskan untuk sekalian bekam.
Saya lalu pindah ke satu ruangan khusus. Ruangan ini terdiri dari 2 ranjang yang dibatasi oleh tirai. Saya lalu diminta telungkup di salah satu ranjang. Proses bekam dimulai dengan sabat rotan. Yaitu pemukulan tubuh dengan rotan. Pelan-pelan aja sih, cuma kayak ditepuk-tepukkan. Fungsinya untuk melancarkan aliran darah. Lalu saya diminta untuk membuka baju dan menggulung pipa celana. Setelah kembali telungkup punggung saya lalu dioles dengan minyak sambil dipijat ringan.
Setelah itu kop mulai dipasang tanpa melukai kulit terlebih dahulu. Pada saat itu, terapis bilang kalau di tubuh saya banyak sekali anginnya, kop-nya berembun. Setelah beberapa saat, kop dicabut, lalu kulit mulai dilukai untuk mengeluarkan darah kotor. Sebelumnya terapis menunjukkan jarum yang akan digunakan. Steril dan masih terbungkus. Rasanya pas dilukai? perih perih aja dikit. Sepertinya pakai alat tembak, jadi ya rasanya ditembak-tembak...hehehe.
Lalu kop kembali dipasang, entah untuk berapa menit. Saya tidak memperhatikan jam. Setelah mungkin dirasa cukup, kop lalu dicopot satu persatu sambil darahnya dibersihkan. Punggung saya lalu diolesi kembali minyak zaitun. Setelahnya sayapun dipersilahkan untuk memakai kembali pakaian saya.
Setelah bekam, lalu saya diberi perawatan gurah mata. Mata saya ditetesi oleh cairan yang katanya sih terbuat dari madu dan minyak zaitun. Rasanya? puerriiihh... . Begitu ditetesi, saya disuruh mengerjap-ngerjapkan mata. Lalu kemudian ditetesi lagi dengan cairan penetralisir (saya kurang tau itu cairan apa, tapi yang pasti begitu ditetesi cairan itu, perihnya hilang). Rasanya setelah gurah mata? Mata terasa 'bersih', segar, dan silau...hihihi.
Begitu keluar dari ruangan, saya diberi cairan air+madu.
Untuk paket pengobatan tersebut saya dikenai biaya 70k. Lalu saya juga menebus semua obat herbal yang diresepkan, yang terdiri dari: Madu manjakani (55k), Sari kurma, PC, dan teh.
Setelah bekam ini, badan saya terasa segar. Saya kuat jalan cukup jauh (saya pulang ke rumah dengan berjalan kaki selama 1 jam).
Karena ini adalah kali pertama saya berbekam, saya disarankan untuk melakukan bekam ini sebanyak 2x sebulan untuk 3 bulan pertama, lalu selanjutnya cukup sebulan sekali saja.
Nah..bagaimana cerita selanjutnya soal bekam ini? Well, c u on my next post... thx for reading
!
Sebenernya saya takut loh buat ruqyah. Takut terjadi apa-apa. Ok, saya memang terlalu banyak nonton tv. Proses ruqyah atau exorcism yang ditampilkan di tv rata-rata cukup mengerikan. Karena si "setan" kemudian bangun, marah-marah, menolak untuk pergi dsb. Sebagai orang yang masih kurang informasi (atau mungkin mendapat informasi yang salah) saya sangat takut, seandainya terjadi hal-hal seperti yang ada di tv. Karena saya terus-terusan ragu, akhirnya teman saya, Nurma yang mengambil keputusan untuk saya, dan "memaksa" saya ruqyah. Hihihi.
Saya sampai ke klinik BRC sudah cukup sore. Pertama saya mendaftar dulu ke bagian kasir/resepsionis. Saya disuruh mengisi map berisi data pribadi, keluhan, riwayat penyakit. Saya mengisi kolom keluhan dengan problem menstruasi yang tidak teratur. Setelah selesai mengisi map saya disuruh menunggu untuk dipanggil oleh terapis.
Tanpa menunggu lama saya dipanggil oleh terapis yang akan memangani saya ke suatu ruangan, lalu diperiksa dengan analisis retina. Di sini retina saya difoto dan terapis lalu menerangkan apa yang retina saya "katakan" tentang kesehatan saya. Tentunya terjadi juga proses curhat di sini. Hehehe. Berdasarkan hasil analisis retina, saya mengalami masalah di rahim (ah itu ya udah pasti laaah... saya kan pcos), di kandung kemih (oke, pengakuan dosa, saya memang beberapa bulan ke belakang ini jarang sekali minum), punggung, lambung (iya mba, saya juga tau kalau lambung saya ada masalah), dan ada luka terbuka juga (nah yang ini saya baru tau). Jalan penyembuhannya? Sebenarnya yaaah, sudah saya tau sejak dulu. Mengatur pola hidup sehat. Makan teratur, minum teratur, olah raga. Saya juga diberi beberapa resep produk herbal untuk dikonsumsi. Terapis juga menjelaskan bahwa kesembuhan 50% diperoleh dari diri kita sendiri, sedangkan terapi dan obat-obatan ini hanya berpengaruh 30% saja.
Setelah selesai sesi curhat, lalu dimulai proses ruqyah plus totok oksigen. Saya sebelumnya berwudhu dulu. Lalu terapis berdiri di belakang kursi saya, membacakan do'a sambil memijit-mijit bahu. Terapis sebelumnya memberi tahu, agar saya rileks, karena kalau saya tidak rileks, totok oksigen rasanya akan seperti dicekik. Saya juga diberitahu untuk memohon kesembuhan selama proses ini.
Pada saat proses totok dimulai, leher saya terasa tercekik (plus hidung sayapun jadi tersumbat) sampai-sampai saya harus bernafas melalui mulut, tapi semakin lama cekikannya semakin longgar. Selama proses ini saya menutup mata, saya tidak tau ayat apa yang dibacakan, karena rasa-rasanya saat itu yang saya tau hanyalah, saya merasa tercekik (padahal saya sudah serileks mungkin). Selama proses ruqyah saya juga tidak merasakan hal-hal aneh. Malah terapis yang sempat terputus meruqyahnya karena terbatuk-batuk (oke, saya sama sekali tidak tahu, ini ada hubungannya apa ngga).
Setelah ruqyah, saya disarankan untuk berbekam sekalian. Soal bekam ini, sebenarnya sudah ingin saya lakukan sejak sebelum nikah. Tapi gagal terus. Hihihi. Jadi mumpung udah ada di tempatnya, saya memutuskan untuk sekalian bekam.
Saya lalu pindah ke satu ruangan khusus. Ruangan ini terdiri dari 2 ranjang yang dibatasi oleh tirai. Saya lalu diminta telungkup di salah satu ranjang. Proses bekam dimulai dengan sabat rotan. Yaitu pemukulan tubuh dengan rotan. Pelan-pelan aja sih, cuma kayak ditepuk-tepukkan. Fungsinya untuk melancarkan aliran darah. Lalu saya diminta untuk membuka baju dan menggulung pipa celana. Setelah kembali telungkup punggung saya lalu dioles dengan minyak sambil dipijat ringan.
Setelah itu kop mulai dipasang tanpa melukai kulit terlebih dahulu. Pada saat itu, terapis bilang kalau di tubuh saya banyak sekali anginnya, kop-nya berembun. Setelah beberapa saat, kop dicabut, lalu kulit mulai dilukai untuk mengeluarkan darah kotor. Sebelumnya terapis menunjukkan jarum yang akan digunakan. Steril dan masih terbungkus. Rasanya pas dilukai? perih perih aja dikit. Sepertinya pakai alat tembak, jadi ya rasanya ditembak-tembak...hehehe.
Lalu kop kembali dipasang, entah untuk berapa menit. Saya tidak memperhatikan jam. Setelah mungkin dirasa cukup, kop lalu dicopot satu persatu sambil darahnya dibersihkan. Punggung saya lalu diolesi kembali minyak zaitun. Setelahnya sayapun dipersilahkan untuk memakai kembali pakaian saya.
Setelah bekam, lalu saya diberi perawatan gurah mata. Mata saya ditetesi oleh cairan yang katanya sih terbuat dari madu dan minyak zaitun. Rasanya? puerriiihh... . Begitu ditetesi, saya disuruh mengerjap-ngerjapkan mata. Lalu kemudian ditetesi lagi dengan cairan penetralisir (saya kurang tau itu cairan apa, tapi yang pasti begitu ditetesi cairan itu, perihnya hilang). Rasanya setelah gurah mata? Mata terasa 'bersih', segar, dan silau...hihihi.
Begitu keluar dari ruangan, saya diberi cairan air+madu.
Untuk paket pengobatan tersebut saya dikenai biaya 70k. Lalu saya juga menebus semua obat herbal yang diresepkan, yang terdiri dari: Madu manjakani (55k), Sari kurma, PC, dan teh.
Setelah bekam ini, badan saya terasa segar. Saya kuat jalan cukup jauh (saya pulang ke rumah dengan berjalan kaki selama 1 jam).
Karena ini adalah kali pertama saya berbekam, saya disarankan untuk melakukan bekam ini sebanyak 2x sebulan untuk 3 bulan pertama, lalu selanjutnya cukup sebulan sekali saja.
Nah..bagaimana cerita selanjutnya soal bekam ini? Well, c u on my next post... thx for reading
!
Kurang lebih udah dua minggu ini, akhirnya si saya jadi anak kost. Sempet browsing soal nama kost-an ini di google, disebutkan kalau kost-an ini termasuk kost-an elit. Well, iya sih, buat standar Jatinangor, termasuk mahal sih. 8 juta per tahun atau 750 ribu perbulannya. Fasilitas? kamar mandi di dalam dengan toilet duduk plus shower air hangat, tiap lantai ada fasilitas kulkas bersama, bebas bayar listrik (barang elektronik apapun yang dibawa). Di lantai bawahpun disediakan garasi. And the last... pet is allowed. Saya lihat ada yang bawa kitty ataupun puppy di kost ini. Kost-an ini terdiri dari 4 lantai dengan total kamar 90. Lantai 5 dipakai untuk jemuran baju (walau saya liat agak jarang juga mahasiswi yang nyuci sendiri...kebayang aja kalo yang di lantai 1 mau jemur baju harus naik ke lantai 5..rempong deh..meningan bayar 5 ribu baju terima jadi..hehe).
In Random
My thoughts on "Waktu aku sama Mika"...bukan sebuah review
Posted on Rabu, 03 Oktober 2012
Sebenarnya, tidak biasanya saya menuangkan pikiran saya mengenai sebuah buku. Sejauh ini saya membuat review mengenai kosmetik, makanan, daerah wisata ataupun perjalanan alias FR (field report). Oleh karena itu saya melabeli tulisan ini sebagai bukan sebuah review.
What? Seminggu ga buka blog via web, tiba-tiba tampilannya berubah seperti ini? Hahaha, ok, just ignore my randomness. This time...I'm going to write about a book launch!
A book launch! Yes... I went to a book launch! For the first
time in my life! Hahaha. It’s all begin
with a post on my facebook’s group. 
In Personal Random sex virginity
Tiara is talking about virginity....
Posted on Selasa, 06 Desember 2011
Apaan sih ini...si Tiara tiba-tiba mau ngoceh-ngoceh soal virginitas? Well, yaaah... ada suatu kejadian di sekitar saya yang memicu pemikiran ini. Sesuatu yang tidak pernah saya sangka akan terjadi pada diri saya. *and, nope, if you're thinking that I'm losing my virginity... I'm not. I'm really against sex before marriage (and I'm not married yet) * Yaaah, i'm not going to discuss what cause this thinking in here.
Aku pernah bisu... tak ada sepatah katapun dari mulutku... bahkan tidak, untuk membela diriku sendiri
Aku bisu... dan membiarkan diriku tenggelam dalam sunyi
Luka telah mencuri suaraku...
Namun ternyata sunyi-pun mengkhianati hari-hariku...
Melukai dalam diam
Aku menangis... mencari suara dalam bisu-ku...
Lalu kutemukan suaraku... ia tersembunyi lemah di sudut hati... menggigil ketakutan seperti anak kucing yang basah...
Kami berpelukan... menangis bersama...
Kami...saling merindu. Dan membutuhkan satu sama lain.
Semenjak hari itu... kami kembali bersama.
Walau ada gemetar dalam suaraku...
Sejak hari itu... suaraku kembali terdengar...
Suaraku meneriakkan isi hatiku... meski ketika si hati takut terluka
Suaraku menyampaikan pikiranku... meski di saat ia takut keliru
Kami berjalan bersama. Saling menguatkan... tak lagi sembunyi dalam takut... karena kami tahu... kami saling memiliki...
*untuk manusia-manusia yang memiliki suaranya... gunakanlah ia... kuatkan ia... dan untuk kalian yang kehilangan suara... temukan ia dalam sudut-sudut hatimu...
jangan sampai ada sesal akan kata yang tak sempat terucap... ^_^
Aku bisu... dan membiarkan diriku tenggelam dalam sunyi
Luka telah mencuri suaraku...
Namun ternyata sunyi-pun mengkhianati hari-hariku...
Melukai dalam diam
Aku menangis... mencari suara dalam bisu-ku...
Lalu kutemukan suaraku... ia tersembunyi lemah di sudut hati... menggigil ketakutan seperti anak kucing yang basah...
Kami berpelukan... menangis bersama...
Kami...saling merindu. Dan membutuhkan satu sama lain.
Semenjak hari itu... kami kembali bersama.
Walau ada gemetar dalam suaraku...
Sejak hari itu... suaraku kembali terdengar...
Suaraku meneriakkan isi hatiku... meski ketika si hati takut terluka
Suaraku menyampaikan pikiranku... meski di saat ia takut keliru
Kami berjalan bersama. Saling menguatkan... tak lagi sembunyi dalam takut... karena kami tahu... kami saling memiliki...
*untuk manusia-manusia yang memiliki suaranya... gunakanlah ia... kuatkan ia... dan untuk kalian yang kehilangan suara... temukan ia dalam sudut-sudut hatimu...
jangan sampai ada sesal akan kata yang tak sempat terucap... ^_^
Isn't it funny how time seems to slip away so fast
One minute you're happy, the other you're sad
If life is so short
Why don't you let me love you
Before we run out of time
(If life is so short - The Moffatts)
Terkadang kita tidak menyadari, bahwa kematian sesungguhnya begitu dekat dengan kita. Hingga suatu kejadian datang dan terjadi di dekat kita.
Saya cantik...saya tidak cantik... saya cantik...saya tidak cantik...
Posted on Rabu, 10 Agustus 2011
Actually my head is aches and I better get some sleep. But I want to write this down anyway...
Cantik. Familiar with this words? Berapa banyak wanita di dunia ini yang senang disebut cantik? Berapa banyak pula wanita di dunia ini yang merasa dirinya tidak cantik? Dan berapa banyak pula wanita yang tertipu karena kata cantik tersebut? Banyak wanita yang mengeluarkan banyak uang untuk menjadi cantik. Banyak pula wanita yang rela tersiksa demi menjadi cantik. Lalu demi siapa wanita itu berusaha habis-habisan untuk menjadi cantik? Jawabannya, mostly not for their self.
Birthday... and another phase in our path of life.
Posted on Jumat, 05 Agustus 2011
p.e.n.g.e.n.m.o.t.r.e.t.d.a.n.b.o. *read: pengen motret danbo* Danboo...oh danbo... apaan sih, danbo itu? *btw, si Tiara banyak maunya yah... heuheu... kemaren-kemaren pengen miara burung celepuk* * fyi, sampe sekarang saya masih belum miara celepuk. Yang ada malah miara 5 ekor ikan mas segede kelingking bayi yang ditaro di kolam sekecil tempat tidur di belakang rumah, yang ampir tiap pagi atau pulang pergi ditengok dan dipanggilin "ikaaaan..di mana engkau..." * *komen yang baca blog: yes,si Tiara stres! * heuheu...
Balik lagi soal danbo...
Balik lagi soal danbo...
Danbo itu... ada fotonya di samping tuh... heuheu..
Pas perjalanan pulang dari Rancabuaya kemarin, tiba-tiba kemera Canon A3000is saya rusak. Sama sekali gak mau nyala. Seingat saya, kamera saya tidak terbanting, ataupun kena air. Tapi mungkin saja terbanting tanpa sepengetahuan saya, karena setelah berfoto, saya simpan di ransel, lalu saya tinggal mandi, sepulang mandi, tenda sudah dibereskan dan ransel ada di tumpukan ransel. Down? Sudah pasti. Karena kamera merupakan salah satu benda kesayangan saya. Tapi ya sudahlah... sudah terjadi... yang penting saya belajar..untuk menjaga barang saya lebih baik lagi.
Langganan:
Postingan
(
Atom
)
Cari Blog Ini
Diberdayakan oleh Blogger.
Featured Post
Alam
Saya adalah seorang petualang. Dengan tubuh dan kaki yang kecil ini selalu mencoba menjelajahi setiap pelosok dunia. Keindahan a...









