Tampilkan postingan dengan label Personal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Personal. Tampilkan semua postingan

In Personal suka duka berbadan pendek tinggi badan

My 152 cm life




Hola!

Jadi, tadi siang ceritanya saya mau nyervis hp ke BEC, eh karena saya kepagian, counternya masih tutup jadi saya memutuskan ke gramedia dulu buat nunggu sampai buka. Padahal udah tau sih, gramedia itu racun banget buat dompet saya. Saya gak gampang tergoda make up, pakaian, makanan, tapi saya bisa beli buku secara impulsif! Daaaan... tadaaaa....ini hasil jajan impulsif saya hari ini!

Buku ini berjudul 150 cm life. Isinya? Ya tentang suka dukanya hidup seorang perempuan dengan tinggi badan 150 cm. Saya gak pernah nyangka kalau cerita gini "doang" juga bisa jadi buku. Tapi pas baca sekilas di gramedia saya jadi nyengir-nyengir sendiri, dan akhirnya memutuskan untuk membeli buku ini.

Buku ini dikemas dengan baik, lucu juga. Ilustrasinya bagus dan yang pasti isinya bikin nyengir-nyengir sendiri. Yang penasaran sama isi buku ini bisa cari di toko buku terdekat di kota anda ya.

Anyway, saya juga gak beda jauh tingginya, kadang pas diukur jadi 149 cm, kadang 150 cm, kadang 152 cm, kadang 153 cm, tapi saya lebih sering "ngaku" bertinggi badan 152 cm. Karena itu saya juga mau share sedikit suka duka hidup dengan ukuran badan saya.

About me


Saya bertinggi badan 152 cm, panjang tapak kaki 21,5 cm, berat badan...hmm... antara 45-47 kg (tergantung lagi gembul apa ngga..hihi).

Umur? Umur saya berenti di 21 tahun sejak lebih dari 9 tahun lalu... hihi. *disambit pembaca*.

Iyaaa..iya, saya tante-tante. Saya juga tau. Wew.


My story begins..

Saya gak "imut" sejak lahir kok. Hehehe. Tapi pertumbuhan badan saya berhenti sejak saya SD kelas 6. Sampai 5 tahun lalu, saya masih punya kaos yang saya pakai sejak SD (dan masih muat!).

About wardrobe

OK, ini memang annoying dan udah bikin saya harus "terima nasib" sebagai orang mungil.
Setiap beli celana harus dipotong lumayan panjang. Padahal udah size S (malah kadang XS), jadi kalau nemu celana ukurannya bisa pas itu rasanya...berkah banget. Hihi.

Saya udah mulai mengurangi pake celana panjang sih, tapi rok, dress, maupun gamis juga nasibnya sama. Harus dipotong ujungnya. Untuk gamis kadang ada yang ukurannya pas...tapi...ada tapinya nih...biasanya itu gamis dengan brand desainer yang harganya bikin mikir-mikir dulu kalau mau beli #maaptiarapelit.

Nah soal sepatu... akhir-akhir ini sih saya mulai agak sedikit lebih mudah menemukan sepatu ukuran saya. Kalau beberapa tahun lalu...saya gak jarang pake sepatu size anak-anak. Doeeeng.

Soal baju, kalau baju dewasa saya jarang nemu yang muat juga, kecuali merk kayak The Executive, size S nya pas di badan saya. Kalau mau brand yang agak murah? Saya harus cari ukuran remaja.


About Social life. 

Saya pernah ngajar di SMA selama 3 tahun. I was young at that time. Dan sedihnya pas membimbing siswa ke AKMIL di Malang, saya disangka salah satu murid. Hahaha. Sama sopir bus, tour leader, sampe bapak tentara.

Nah sekarang, di kantor yang baru ini...beberapa kali saya disangka anak PKL. Mungkin saya haru pake make up lebih tebal dan lipstik warna ngejreng kali ya biar gak disangka anak PKL. Hihihi.


About high place

Nah ini sesuatu juga! Kalau belanja ke supermarket dan liat benda yang dimau itu di rak atas, saya harus cari-cari spg buat bantuin ambil. Hihi.

Saya juga kesulitan untuk naro bagasi di kompartemen atas pas di pesawat, sampe akhirnya saya injek aja bangkunya buat naro. Kadang ada yang bantu sih, tapi gak selalu. Nah di saat-saat seperti itulah saya merasa sedih. Ups... tag line saya merasa sedih udah basi ya. Hihi.

Nah kalau di bus, atau CL, saya juga suka kejepit-jepit. Yang paling nyebelinnya itu adalah ketika 2 hal:
1. Sikut orang yang pegangan ke handle pas ada di atas kepala saya.
2. Ketek orang pas ada depan muka saya.

Oh iya, kalau duduk di kursi "normal" kaki saya bakal menggantung, gak napak tanah. Hihi. And somehow I like it.


Terus..enaknya apa bertubuh mungil? Nggg...Ngga tau tuh. hihi.

Jadi, berapa tinggi badan kamu dan hal menarik apa yang berkaitan dengan badan kamu? You are welcome to share it!






Read More

Share Tweet Pin It +1

1 Comments

In Personal

Me before you


Have I mentioned that I'm so tear prone? Hehehe. And this is a movie that still can bring tears to my eyes after months I watched it.

Saya nonton film ini cuma sekali, tapi begitu membekas kuat. Dan masih berhasil bikin saya nangis tiap liat adegan-adegan atau dengar soundtrack nya. Bukan..bukan karena Sam claflin ganteng di film ini (walau memang dia ganteng sih), bukan juga karena ini cuma salah satu kisah cinderella masa kini.

Tapi...karena I know how it feels to lose everything. To lose life.

Dari banyaknya review yang saya baca, banyak yang mengatakan kisah ini terlalu cengeng. Atau Will lebay karena memilih euthanasia. But dear, have you ever lose something that was your everything?

Will yang dulunya begitu atletis, jago dalam semua kegiatan fisik, kini harus duduk di kursi dorong. That can be so frustrating. And I understand how it feels. And the fact that it can not be healed leave only one choice: to die.

And that's the main reason why it still can bring tears to my eyes everytime I saw it.

So, which movie have hit your soft spot?

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In persahabatan Personal sahabat

Berbicara tentang Sahabat

It’s been a while since my last post. As always, I’m sucks at keeping journal. And I’m also sucks at finishing my writing. So...there’s plenty draft on this blog. Ok, enough mumbling. Di postingan kali ini, si Tiara ingin berceloteh tentang satu hal: persahabatan.



Rasanya tidak akan pernah habis membahas tema yang satu ini. Persahabatan. Dengan segala unsur dan jenisnya. Seiring dengan bertambahnya usia, teman-teman kita menjadi semakin sedikit, namun semakin mendalam. Pertemananpun menjelma menjadi persahabatan. Tapi..apa kita sungguh-sungguh memiliki sahabat?

Kita dapat memiliki ratusan teman, tapi tanpa seorang sahabat, kita akan merasa hampa. Kenapa? Hal ini dikarenakan teman dan sahabat memiliki nilai yang berbeda. Seseorang dapat menjadi teman karena beberapa hal: persamaan minat, kedekatan wilayah, dan ada keuntungan yang didapatnya dari kita. Namun seseorang baru bisa menjadi sahabat setelah melalui waktu yang cukup panjang.


WHAT MAKES A FRIEND WORTHY OF THE NAME?
1.    A commitment to your happiness. A true friend is consistently willing to put your happiness before your friendship. It's said that "good advice grates on the ear," but a true friend won't refrain from telling you something you don't want to hear, something that may even risk fracturing the friendship, if hearing it lies in your best interest. A true friend will not lack the mercy to correct you when you're wrong. A true friend will confront you with your drinking problem as quickly as inform you about a malignant-looking skin lesion on your back that you can't see yourself.
2.    Not asking you to place the friendship before your principles. A true friend won't ask you to compromise your principles in the name of your friendship or anything else. Ever.
3.    A good influence. A true friend inspires you to live up to your best potential, not to indulge your basest drives.
diambil dari https://www.psychologytoday.com/blog/happiness-in-world/201312/the-true-meaning-friendship


Berdasar cuplikan di atas... maka seorang teman baru pantas disebut sahabat jika:
  1. Berkomitmen pada kebahagiaanmu. Seorang sahabat akan lebih mementingkan kebahagiaan sahabatnya dibandingkan hubungan yang dimiliki. Seorang sahabat tidak akan takut merusak persahabatannya demi kebahagiaan sang sahabat. Dia tidak akan merasa takut untuk mengingatkan ketika sahabatnya salah. 
  2. Tidak akan meminta untuk mengedepankan persahabatan di atas prinsipmu.
  3. Memberi pengaruh baik. Seorang sahabat yang baik mendukungmu untuk mengembangkan potensi terbaikmu.


Saya termasuk orang yang beruntung. Karena saya memiliki beberapa sahabat. Sahabat menerima apa adanya saya. Walau saya sering menyebalkan. Kadang saya sendiri tidak bisa memahami bagaimana mereka tetap bisa betah bersahabat dengan saya yang serius, pemarah dan moody ini.



Saya memang beruntung, karena saya tidak pernah berusaha mencari sahabat. Saya mendapatkannya secara alami. Namun melihat hubungan manusia zaman sekarang, saya menemukan sebuah fakta kecil bahwa banyak orang yang merasa kesepian. Orang-orang yang merasa kesepian di antara banyak orang. 


Sahabat baru bisa kita peroleh setelah kita menabur bibit persahabatan. Menyemai dan merawatnya melalui berbagai cobaan. Well, saya sedikit beruntung karena sahabat yang bersama saya saat ini terjadi secara natural tanpa ada usaha keras untuk merawatnya. Somehow, we're just connected. Karena itu, saya menyebutnya sebagai sebuah berkah. Tapi semua itu tentunya dimulai dari sebuah bibit persahabatan yang pernah disemai.


Persahabatan sendiri bersifat dua arah, bukan satu arah. Kamu terus yang curhat, tanpa memikirkan perasaan sang sahabat...itu bukan persahabatan. Kelak dia akan pergi karena tidak tahan lagi menjadi tong sampah emosimu. Selalu memaksakan kehendak...itu juga bukan persahabatan. Karena seorang sahabat menghargai pendapat sahabatnya. Dalam persahabatan, semuanya bersifat resiprokal. 


Persahabatan tentu saja bisa rusak oleh beberapa hal seperti:
  1. Uang
  2. Cinta
  3. Kehilangan kepercayaan
  4. Ketidak terbukaan
  5. Ketidak setiaan

Namun sesungguhnya kelima hal di atas tidak akan dapat menghancurkan persahabatan sejati. Persahabatan yang muncul atas motivasi yang murni. 



Melalui postingan ini sebetulnya saya ingin mengajak diri saya sendiri dan siapapun kalian yang membaca postingan ini...untuk mensyukuri sahabat yang kalian miliki, dan berusaha untuk menjadi sahabat yang baik. 






Jadi...sudahkah kita menjadi sahabat yang baik? 





Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Jepang Personal

When I googled my name...

'Mba, saya barusan googling nama mba, dapet link pidato mba di youtube. Wah bahasa Jepangnya lancar ya...'

Kira-kira begitu cerita teman yang baru saya kenal beberapa hari ini. Waduh, saya jadi penasaran, info apa yang sekarang google tampilkan tentang saya. Akhirnya sayapun googling nama saya sendiri. Hasilnya adalaaah...jengjreeeng...yang paling mengagetkan adalah: data akademik saya!!! OMG!



Saya tertohok!!! Itu tanggal kelulusannya tercantum dooong! Untungnya data IPK ga ikut dicantumkan. 

Setahun lalu, data saya yang selalu ditampilkan oleh google adalah masa-masa ababil saya ketika aktif bergaul di dunia fandom nasional maupun internasional dan berbagai forum internet. Hahaha. Alhamdulillah sekarang kemajuan, yang ditampilkan yang bagus-bagus aja. Aibnya sudah hilang tertelan waktu. Walau agak sedikit kangen juga sih mengingat masa-masa ababil itu (ups). 

Anyway, hal ini menumbuhkan keinginan baru dalam diri saya. I wanna make my name last in the net. Yes...I have to write. Because writing is what I'm good at. Sehingga saya dapat menggoreskan nama saya di dunia ini. 

Karena manusia mati meninggalkan nama...

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Personal

Nowhere safe...

Hari ini saya melihat berita teror di Jakarta. Sejujurnya saya merasa ngeri. Tapi karena saya seorang Mutiara, saya menunjukkan sikap tenang (dan mungkin cenderung seperti tidak peduli). Ya, saya memang begitu. Pikiran dan perasaan boleh kacau, tapi jangan sampai perilaku ikut kacau. Hehehe. Orang mungkin akan berkata 'yah kamu sih tau apa, kamu tinggal jauh di sana...hidup tenang di Jepang'. Ssst..let me tell you a secret! There's no safe place in this earth! If you decide that way. But I decide to believe that...this world belong to my almighty God, Allah. And I believe that He protect me where ever I am. He own this world, He own me. That's why I don't fear anything. Yeah, that's what my mother always said about me. That I'm a fearless girl.

Setiap negara punya permasalahannya sendiri. Bahkan di Jepang yang terkenal aman inipun terjadi tindak kriminal kok. Cuma gak terlalu diekspos media dengan lebay aja. Ada juga berita cucu bunuh neneknya karena kesal, perempuan dibunuh di jalan yang sepi, dsb. Terakhir saya menonton berita tentang meningkatnya penderita HIV di Jepang yang setelah ditelusuri salah satu penyebabnya karena remaja tidak dibekali dengan sex education. Terdengar familiar kan permasalahannya. Masalah ada, tapi gak diekspos dengan lebay.

Kembali lagi pada isu teror di Sarinah, orang Indonesia sepertinya sedang tergila-gila dengan sherlock holmes. Sehingga setiap orangpun bermain detektif-detektifan. Muncul berbagai isu dan perkiraan konspirasi. Ah saya lelah membaca timeline facebook dan obrolan di grup. 

Saya bukan apatis (walau iya, saat pemilu  saya gak ikutan nyoblos), tapi saya memilih untuk tidak terbawa isu. Saya tokh bukan pengamat politik, dan sayapun tidak berminat pada politik. Saya hanya memiliki keyakinan kuat bahwa Tuhan akan menjaga saya kemanapun saya melangkah, ke tempat yang baik, tentunya. Hehehe. 

Semoga Indonesia semakin membaik, dan kalian semua dimanapun kalian berada, tetap berada dalam lindungan Allah. Aamiin. 

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Personal

Tuhan...mana saljuku?

Tuhan...mana saljuku?
Sebetulnya aku ingin berkata seperti itu pada Mu
Tapi aku takut... Takut kemudian Kau turunkan salju yang begitu lebat yang tak sanggup kutahan dinginnya

Tuhan...mana saljuku?
Musim dingin tanpa salju rasanya tak lah lengkap, Tuhan

Tuhan...
Kau tahu, aku sebetulnya takut akan bekunya salju
Tapi, musim dingin tanpa salju terasa tak lengkap...


Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Personal

Interview with myself

Bukannya sok ngartis, sampai bikin wawancara dengan diri sendiri segala, tapi sering banyak pertanyaan dari teman-teman yang berulang, sampai-sampai saya merasa harus membuat template untuk segala pertanyaan. Biar kalau ada yang nanya tinggal di-copas, gitu..hihi. Karena itulah terciptalah ide ini. Wawancara dengan diri saya sendiri! Sekalian latihan, kan, siapa tau suatu hari nanti saya beneran jadi terkenal dan diwawancarai oleh orang lain. Hihi. Enjoy!

Q: Hai Tiara, sebelumnya mari kita buka wawancara ini dengan mengheningkan cipta untuk mengenang para pahlawan yang sudah mendahului kita. Mengheningkan cipta dimulai.
A: *nunduk sambil merem* *ngantuk soalnya*

Q: selesai
A: *buka mata dan menengadahkan kepala*

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Daily life japan life kehidupan di Jepang Personal

Balada fakir wifi

Hari ini, tumben-tumbenan jam 19.24 udah duduk manis di kamar ditemani secangkir kopi dingin dan dilingkupi oleh kehangatan dekapan selembar selimut listrik bladus hasil warisan yang entah sudah diturunkan berapa generasi. Jadi hari ini ceritanya ada Christmas party, jam 2 sampai jam 4 siang. Jadi si saya datang baito pagi hari SAJA. Di dalam otak sudah terbayang bahwa selesai pesta natal nanti saya akan ke perpustakaan provinsi untuk sekedar mencari ilmu numpang wifi dan menghangatkan diri (baca: menghemat penggunaan AC kamar). Oh iya, ga usah dibahas lah ya kenapa saya yang muslim dan berkerudung datang ke acara pesta natal. Nantilah kalau ada moodnya saya bahas di postingan yang berbeda mengenai itu. Hihi. Kembali ke topik pembicaraan, jadi boleh dibayangkan...si saya datang ke pesta sambil membawa tas berisi laptop dong...daaaan..jeng jreeeng. Saya lupa kalau perpustakaan provinsi itu tutup setiap hari senin. Udah jalan jauh sampai 200 meter-an ke perpustakaan di bawah rintik gerimis romantis (kalau sama pasangan, kalau sendiri mah...cedih ah aku mah...) di musim dingin dengan suhu sekitar 8 derajat celcius, eh begitu sampai...saya disambut pintu yang tertutup. Sakitnya tuh di sini...*tunjuk bahu*.

Mau ke tempat baito, lha ga bawa sepeda. Harus pulang dulu ke apartemen kalau mau ambil sepeda. Padahal semangat untuk nge-blog udah menggebu-gebu. Akhirnya dengan langkah enggan saya ke stasiun. Mengharapkan secercah wifi. Untung tak dapat diraih, wifi di stasiun lagi ndut-ndut-an, tapi artinya saya terselamatkan dari probabilitas untuk mati beku karena berada di ruang terbuka selama lebih dari 5 jam demi secercah wifi. Kan ga lucu yah kalau besok pagi headline koran di kota Kofu “Ditemukan sebentuk wanita mungil dengan kondisi membeku di stasiun Kofu dalam keadaan mengetik blog.”

Walhasil si saya galau. Haruskah saya pergi ke kedai kopi duyung ijo demi secercah wifi? Walau galau, ternyata kaki melangkah ke kedai kopi itu juga. Huwahahaha. Tapi terus layaknya anak ayam yang kehilangan sumber wifi, saya hanya berdiri tercenung di pintu luar kedai kopi tersebut. Setelah memandangi dengan jeli setiap pelosok di kedai kopi itu, untungnya (lagi-lagi untung....yah, saya memang sebentuk manusia yang selalu beruntung soalnya, hihi), ternyata dari hasil penelisikan ditemukan bahwa tidak ada kursi kosong yang menyediakan colokan (colokan listrik ya, bukan colokan cilok, karena kedai kopi duyung cabang Jepang belum memasukkan cilok ke dalam menu mereka) (ya kaliiiii, lapak kopi pinggir jalan antar propinsi, sedia cilok dan indomi rebus pake cengek 5 biji...) (ah jadi pengen indomi pake cengek kan....). Oke, oke, cukup pembahasan cilok dan indominya. Kalau diteruskan nanti bisa-bisa saya langsung browse tiket ke Indonesia dan langsung pulang besok (mengkhayal itu gratis, jendral! Hahaha). Kembali ke si duyung ijo... seiring dengan pupusnya harapan bertemu secercah wifi di hari yang mendung dan dingin ini, maka terselamatkanlah sekeping uang 500 yen-ku.

Dengan langkah gontai karena belum ketemu nasi, pulanglah saya ke apartemen tercinta yang pada sore ini kondisinya sudah 11-20 sama ruangan sisa pesta semalam yang penuh bekas ledakan confetti dan pinata pecah (11 untuk ruangan sisa pesta, rate 20 untuk keberantakan kamar si saya).






The end.



Garing? Iya, biarin aja deh. Maklum, dingin meningkatkan tingkat kegaringan. 

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Personal

Alam



Saya adalah seorang petualang. Dengan tubuh dan kaki yang kecil ini selalu mencoba menjelajahi setiap pelosok dunia. 

Keindahan alam tidak pernah gagal membuat saya terpana. Alam memiliki energi yang begitu kuat, yang mampu memurnikan dan menenangkan hati. Alam selalu mengingatkan saya akan kebesaran Tuhan. Sang maha Pencipta yang karyanya tidak pernah akan dapat disaingi oleh manusia manapun. 

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In hijab kehidupan di Jepang kontemplasi Personal

Hijab dan saya


Ga sengaja saya menemukan gambar ini. Tidak dapat kita pungkiri, banyak muslimah yang awalnya berhijab terpaksa melepas hijabnya karena tuntutan pekerjaan. Hal yang kayak gini di Indonesia aja sering kita temui, kan? Nah terus, ada yang penasaran ga gimana dengan di Jepang? Hihihi. Yaaaaa...lebih banyak lagi, dong. 

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Daily life Personal

Galau?

Lagi galau, lelah, jenuh, homesick, tiba-tiba liat gambar ini di google



Rasanya...sungguh Allah selalu memperhatikan saya ya. Rasanya seperti dapat teguran langsung dan langsung dikasi jalan keluarnya. 



Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Guru Pendidikan Personal

Apa kabar Tiara

Ga kerasa... sekarang udah bulan Februari. Pertengahan pula. Laluuuu... apa aja sih yang terjadi di hidup Tiara? Hehehe. Berasa artis ga sih...pake update segala.

Oke... pertama... sejak Oktober tahun lalu... saya akhirnya memutuskan apply sebuah pekerjaan paruh waktu. Yaitu sebagai....jengjreeeng... asisten pengajar native speaker di sebuah kampus teknik nomer satu di Indonesia (you know lah kampus mana yang saya maksud ya... ga usah sebut merk).
Saya sangat suka mengajar. Bulan pertama... agak repot tapi semangat masih sangat tinggi. Bulan kedua..mulai terbiasa. Sekarang bulan ke-4... dan saya jenuh! Hahaha

Mengajar mahasiswa teknik nomer 1 di Indonesia ini butuh banyak energi..dan juga kecerdasan, tentunya. Lha piye...mereka diajari bahasa...malah tanya rumus. *tepok jidat*. Mereka juga lebih kreatif dalam mengembangkan pola kalimat. Tapi... baik mengajar anak SMA maupun mahasiswa memiliki 1 kesamaan: saya harus memperbaiki bahasa Indonesia mereka terlebih dahulu sebelum mereka mampu memahami bahasa asing. *fiuh*

Ada beberapa perbedaan yang saya rasakan antara mengajar siswa SMA dengan mahasiswa
1. Materi di SMA lebih mudah
2. Pemikiran siswa SMA tidak sekompleks pemikiran mahasiswa.
3. Siswa SMA lebih mudah diajak bermain, sehingga suasana kelas dapat lebih dinamis dan menyenangkan.

Kalau ditanya lebih menyenangkan mana... keduanya sangat menyenangkan. Tapi hal menyebalkan mengajar di tingkat perguruan tinggi adalah...terkadang saya harus ceramah satu pihak, mahasiswa pun cenderung sulit diajak bermain games karena merasa malu, dan terkadang ketika bertanya mereka menanyakan sesuatu yang sangat diluar dugaan.

Saya sangat bersyukur dengan kesempatan yang saya peroleh ini. Di kampus ini saya bertemu banyak manusia hebat. Banyak mahasiswa berprestasi diantara mahasiswa yang saya ajar.

Usia saya yang tidak terpaut terlalu jauh membuat mereka lebih mudah akrab dengan saya. Sayangnya karena jam kuliah yang singkat, saya tidak terlalu mengenal mereka lebih jauh seperti saya mengenal siswa saya ketika mengajar di SMA dulu. Saya sangat berharap dapat mengenal mereka dengan lebih baik.

Saya sangat mencintai dunia pendidikan. Yang sangat saya sayangkan...di negara tercinta saya Indonesia ini apresiasi terhadap pendidik (baca: gaji) masih sangat jauh di bawah tanggung jawab yang diembannya.

Oh iya...saya jadi teringat cita-cita sekilas saya. Menjadi guru TK. Saya pernah mengajar di SMU, kemudian sekarang di perguruan tinggi. Apakah saya masih ingin mengajar di TK? Sejujurnya... kalau saja ada kesempatan... saya ingin mencoba mengajar di tiap jenjang pendidikan.
Saya masih memiliki banyak impian untuk diwujudkan. Mudah-mudahan Tuhan bersama saya dan rencana saya. Aamiin

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In dosen Guru ITB Personal

Bagaimana rasanya mengajar mahasiswa?

Pekerjaan ini adalah pekerjaan pertama semenjak lulus. Artinya udah agak lama juga dari terakhir saya kerja. Lalu, bagaimana rasanya kembali bekerja? Terutama mengajar mahasiswa?

Sebulan pertama saya mengajar..rasanya begitu stres. Saya terlalu serius, saat itu. Jadi ketika ada siswa yang ga paham-paham juga padahal saya udah berusaha sebaik mungkin menjelaskan, saya jadi down. Terus ketika ada siswa yang mengundurkan diri dari program juga saya down. Ketika ada pertanyaan yang tidak bisa saya jawab, saya juga down. Hahaha. Sensitif amat yah saya dulu. Tapi setelah bulan ke-2, saya mulai kalem. Saya berusaha mencari cara termudah untuk mereka pahami. Ketika ada yang menyerah...maka saya menganggap itu sebagai tanggung jawab mereka sendiri sebagai seorang dewasa. 

Saya tidak terlalu keras lagi pada diri saya. Ketika saya memang tidak ingat jawaban pertanyaannya..ya saya bilang tidak ingat. Dulu saya akan merasa gagal kalau tidak bisa menjawab pertanyaan atau salah menerangkan pada siswa. Padahal...saya juga hanya manusia. Tidak sempurna dan tidak selalu ingat. 

Saya senang mengajar mahasiswa. Walau kadang pertanyaan mereka sering merepotkan. Hahaha. Oke, pada dasarnya...saya senang mengajar. Alasan tersebut sudah lebih dari cukup. 

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Personal

[personal] I did it my way (my recent life)

Just in case anyone wondering *siapa tau saya punya penggemar rahasia yang suka mantengin blog ini tanpa saya tahu* kemana aja saya selama beberapa waktu belakangan ini?

Well yaaah...this is a quick review of my recent life.

Sidang dan prosesnya
22 Juli kemarin, bertepatan dengan pengumuman hasil pemilu oleh KPU dan juga ulang tahun Aham Sharma *penting banget nih buat disebut* akhirnya saya sidang juga, dan resmi dapat gelar M.Hum. Fiuh. Akhirnya bertahun-tahun ini kelar juga. Ssst, pengakuan dosa, tesis saya kerjakan hanya selama 2 minggu. Sejak 2 Juli sampai 16 Juli. Kurang tidur? Oh tentu saja. Ga maksimal? pastinya. Alhamdulillah, dosen pembimbing dan dosen penguji sangat baik hati sekali. Lumayan dapat nilai B. Padahal saya udah nyangka ga lulus atau lulus bersyarat. 先生、本当にありがとうございます。Terharu pas denger yudisium kalau saya lulus dengan nilai B. Padahal oleh salah satu penguji saya sempat dibantai habis-habisan dan dibilang bahwa analisis saya salah.

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Personal

Blog ini berubah lagi...

Setelah sekian tahun menulis blog...kali ini saya mengubah kembali alamat blog saya. Resikonya? semua link ke google pasti hilang...view stats juga hilang. Saya tau itu. hehehe. Mudah-mudahan setelah ini saya tidak akan mengubah alamat blog ini. Hehehe.

Nama blog ini kali ini dibuat sesederhana mungkin. Little Sonya. In case any of you wondering who Sonya is... Sonya is my nick name from my beloved late grandpa.

Enough talking...siapin mental untuk zero viewer nih...hehehe.

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Personal Random

Pada bulan Ramadhan setan dibelenggu?

Katanya pada bulan Ramadhan setan itu dibelenggu ya... Hmmm..kalau memang setan itu dibelenggu, maka ternyata manusia itu lebih-lebih dari setan.

You know what? It's 1 am...dan jantungku baru saja hampir copot gara-gara benda satu ini:



Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Personal Random

My beauty(ful) gadget

Pic from google
Sebagai manusia jaman sekarang, familiar dong sama yang namanya gadget. Setiap orang setidaknya punya minimal 1 gadget, yaitu hand phone dan bisa punya lebih dari 5 gadget, misalnya smart phone (sebut beberapa nama... android, tablet, blackberry, iphone, windows phone), kamera digital, entertainment gadget (ipod, mp3 player, mp4 player), psp untuk para gamer *rrr... itu saja kalau dihitung sudah lebih dari 5 item ya*. Walaupun gadget jaman sekarang sudah sangat canggih dan mampu multi tasking, some people just can't have only 1 gadget. *iya..iya..termasuk saya*

Tapi selain itu ternyata masih ada gadget lain yang mungkin belum sefamiliar gadget yang sudah saya sebutkan di atas sana, yaitu beauty tools gadget. Saya bukan mau ngomongin alat kecantikan umum seperti hair dryer, catokan, curler, atau shaver. Tapi sesuatu yang bisa dibilang baru. Panasonic sendiri sekarang ini sudah mengeluarkan produk Panasonic beauty yang merupakan gadget "kecantikan".

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Bekam Personal Random

Berusaha sehat dengan bekam.. (1)

Kali ini, saya mencoba terapi bekam dan ruqyah di BRC Cibadyut Bandung. Sebenernya awalnya saya niatnya untuk ruqyah, karena saya ingin menghilangkan gangguan-gangguan jin di diri saya. Saya kurang tau sih, ada gangguan jin atau ngga, tapi lha kok malesnya udah ga ketulungan saya ini. Terus otaknya mentoooook banget.

Sebenernya saya takut loh buat ruqyah. Takut terjadi apa-apa. Ok, saya memang terlalu banyak nonton tv. Proses ruqyah atau exorcism yang ditampilkan di tv rata-rata cukup mengerikan. Karena si "setan" kemudian bangun, marah-marah, menolak untuk pergi dsb. Sebagai orang yang masih kurang informasi (atau mungkin mendapat informasi yang salah) saya sangat takut, seandainya terjadi hal-hal seperti yang ada di tv. Karena saya terus-terusan ragu, akhirnya teman saya, Nurma yang mengambil keputusan untuk saya, dan "memaksa" saya ruqyah. Hihihi.

Saya sampai ke klinik BRC sudah cukup sore. Pertama saya mendaftar dulu ke bagian kasir/resepsionis. Saya disuruh mengisi map berisi data pribadi, keluhan, riwayat penyakit. Saya mengisi kolom keluhan dengan problem menstruasi yang tidak teratur. Setelah selesai mengisi map saya disuruh menunggu untuk dipanggil oleh terapis.

Tanpa menunggu lama saya dipanggil oleh terapis yang akan memangani saya ke suatu ruangan, lalu diperiksa dengan analisis retina. Di sini retina saya difoto dan terapis lalu menerangkan apa yang retina saya "katakan" tentang kesehatan saya. Tentunya terjadi juga proses curhat di sini. Hehehe. Berdasarkan hasil analisis retina, saya mengalami masalah di rahim (ah itu ya udah pasti laaah... saya kan pcos), di kandung kemih (oke, pengakuan dosa, saya memang beberapa bulan ke belakang ini jarang sekali minum), punggung, lambung (iya mba, saya juga tau kalau lambung saya ada masalah), dan ada luka terbuka juga (nah yang ini saya baru tau). Jalan penyembuhannya? Sebenarnya yaaah, sudah saya tau sejak dulu. Mengatur pola hidup sehat. Makan teratur, minum teratur, olah raga. Saya juga diberi beberapa resep produk herbal untuk dikonsumsi. Terapis juga menjelaskan bahwa kesembuhan 50% diperoleh dari diri kita sendiri, sedangkan terapi dan obat-obatan ini hanya berpengaruh 30% saja.

Setelah selesai sesi curhat, lalu dimulai proses ruqyah plus totok oksigen. Saya sebelumnya berwudhu dulu. Lalu terapis berdiri di belakang kursi saya, membacakan do'a sambil memijit-mijit bahu. Terapis sebelumnya memberi tahu, agar saya rileks, karena kalau saya tidak rileks, totok oksigen rasanya akan seperti dicekik. Saya juga diberitahu untuk memohon kesembuhan selama proses ini.

Pada saat proses totok dimulai, leher saya terasa tercekik (plus hidung sayapun jadi tersumbat) sampai-sampai saya harus bernafas melalui mulut, tapi semakin lama cekikannya semakin longgar. Selama proses ini saya menutup mata, saya tidak tau ayat apa yang dibacakan, karena rasa-rasanya saat itu yang saya tau hanyalah, saya merasa tercekik (padahal saya sudah serileks mungkin). Selama proses ruqyah saya juga tidak merasakan hal-hal aneh. Malah terapis yang sempat terputus meruqyahnya karena terbatuk-batuk (oke, saya sama sekali tidak tahu, ini ada hubungannya apa ngga).

Setelah ruqyah, saya disarankan untuk berbekam sekalian. Soal bekam ini, sebenarnya sudah ingin saya lakukan sejak sebelum nikah. Tapi gagal terus. Hihihi. Jadi mumpung udah ada di tempatnya, saya memutuskan untuk sekalian bekam.

Saya lalu pindah ke satu ruangan khusus. Ruangan ini terdiri dari 2 ranjang yang dibatasi oleh tirai. Saya lalu diminta telungkup di salah satu ranjang. Proses bekam dimulai dengan sabat rotan. Yaitu pemukulan tubuh dengan rotan. Pelan-pelan aja sih, cuma kayak ditepuk-tepukkan. Fungsinya untuk melancarkan aliran darah. Lalu saya diminta untuk membuka baju dan menggulung pipa celana. Setelah kembali telungkup punggung saya lalu dioles dengan minyak sambil dipijat ringan.

Setelah itu kop mulai dipasang tanpa melukai kulit terlebih dahulu. Pada saat itu, terapis bilang kalau di tubuh saya banyak sekali anginnya, kop-nya berembun. Setelah beberapa saat, kop dicabut, lalu kulit mulai dilukai untuk mengeluarkan darah kotor. Sebelumnya terapis menunjukkan jarum yang akan digunakan. Steril dan masih terbungkus. Rasanya pas dilukai? perih perih aja dikit. Sepertinya pakai alat tembak, jadi ya rasanya ditembak-tembak...hehehe.

Lalu kop kembali dipasang, entah untuk berapa menit. Saya tidak memperhatikan jam. Setelah mungkin dirasa cukup, kop lalu dicopot satu persatu sambil darahnya dibersihkan. Punggung saya lalu diolesi kembali minyak zaitun. Setelahnya sayapun dipersilahkan untuk memakai kembali pakaian saya.

Setelah bekam, lalu saya diberi perawatan gurah mata. Mata saya ditetesi oleh cairan yang katanya sih terbuat dari madu dan minyak zaitun. Rasanya? puerriiihh... . Begitu ditetesi, saya disuruh mengerjap-ngerjapkan mata. Lalu kemudian ditetesi lagi dengan cairan penetralisir (saya kurang tau itu cairan apa, tapi yang pasti begitu ditetesi cairan itu, perihnya hilang). Rasanya setelah gurah mata? Mata terasa 'bersih', segar, dan silau...hihihi.

Begitu keluar dari ruangan, saya diberi cairan air+madu.

Untuk paket pengobatan tersebut saya dikenai biaya 70k. Lalu saya juga menebus semua obat herbal yang diresepkan, yang terdiri dari: Madu manjakani (55k), Sari kurma, PC, dan teh.

Setelah bekam ini, badan saya terasa segar. Saya kuat jalan cukup jauh (saya pulang ke rumah dengan berjalan kaki selama 1 jam).

Karena ini adalah kali pertama saya berbekam, saya disarankan untuk melakukan bekam ini sebanyak 2x sebulan untuk 3 bulan pertama, lalu selanjutnya cukup sebulan sekali saja.

Nah..bagaimana cerita selanjutnya soal bekam ini? Well, c u on my next post... thx for reading
!



Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Personal

May's Haul

Baru kali ini ya, saya post mengenai haul. Sebelumnya memang jarang belanja ampe berombongan gini sih, soalnya. Ok, this month haul is:


Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Jatinangor Personal Random

Living in Casa Elegante

Kurang lebih udah dua minggu ini, akhirnya si saya jadi anak kost. Sempet browsing soal nama kost-an ini di google, disebutkan kalau kost-an ini termasuk kost-an elit. Well, iya sih, buat standar Jatinangor, termasuk mahal sih. 8 juta per tahun atau 750 ribu perbulannya. Fasilitas? kamar mandi di dalam dengan toilet duduk plus shower air hangat, tiap lantai ada fasilitas kulkas bersama, bebas bayar listrik (barang elektronik apapun yang dibawa). Di lantai bawahpun disediakan garasi. And the last... pet is allowed. Saya lihat ada yang bawa kitty ataupun puppy di kost ini. Kost-an ini terdiri dari 4 lantai dengan total kamar 90. Lantai 5 dipakai untuk jemuran baju (walau saya liat agak jarang juga mahasiswi yang nyuci sendiri...kebayang aja kalo yang di lantai 1 mau jemur baju harus naik ke lantai 5..rempong deh..meningan bayar 5 ribu baju terima jadi..hehe).

Read More

Share Tweet Pin It +1

4 Comments

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Featured Post

Alam

Saya adalah seorang petualang. Dengan tubuh dan kaki yang kecil ini selalu mencoba menjelajahi setiap pelosok dunia.  Keindahan a...