Hihi... aku memang suka nyobain segalanya sendirian. Less risk. Karena aku yang bertanggung jawab atas perbuatanku sendiri. Kalo ke salon, terus gagal, kan entar mencak2 marah2 ke pihak salon. Makanya meningan ama sendiri deh. Hehe. Luluran sendiri, make up-an sendiri, creambath-an sendiri, maskeran sendiri juga. Pernah aku ke salon gitu, yang mijitnya kekerasan. Yang ada, pulang-pulang pegelnya ilang, badanku jadi sakit2. Hihi... Kalo soal creambath, dulu ada salon langgananku, deket kampus. Setiap potong, ataupun Cream bath, aku selalu ke salon itu. Alesannya karena: 1. Murah 2. Si mbak-nya pinter motong rambut aku yang bergelombang, hasilnya gak jadi aneh, walaupun udah dicuci di rumah. 3. Mijitnya enak. Tapi lama gak ngampus, begitu ke kampus, eeh, salonnya udah berubah jadi warung makan. BT deh. Sampai saat itu, aku belum menemukan lagi salon yang cocok.
Hihi... aku memang suka nyobain segalanya sendirian. Less risk. Karena aku yang bertanggung jawab atas perbuatanku sendiri. Kalo ke salon, terus gagal, kan entar mencak2 marah2 ke pihak salon. Makanya meningan ama sendiri deh. Hehe. Luluran sendiri, make up-an sendiri, creambath-an sendiri, maskeran sendiri juga. Pernah aku ke salon gitu, yang mijitnya kekerasan. Yang ada, pulang-pulang pegelnya ilang, badanku jadi sakit2. Hihi... Kalo soal creambath, dulu ada salon langgananku, deket kampus. Setiap potong, ataupun Cream bath, aku selalu ke salon itu. Alesannya karena: 1. Murah 2. Si mbak-nya pinter motong rambut aku yang bergelombang, hasilnya gak jadi aneh, walaupun udah dicuci di rumah. 3. Mijitnya enak. Tapi lama gak ngampus, begitu ke kampus, eeh, salonnya udah berubah jadi warung makan. BT deh. Sampai saat itu, aku belum menemukan lagi salon yang cocok.
Proses jadi wanita? Loh selama ini apa? Hahaha... Selama ini, aku cuma numpang berjenis kelamin perempuan aja... ahaha. Tapi bisa dibilang hampir tidak pernah merawat diri layaknya wanita. Agak tomboy. Tapi tomboy nanggung sih, kata ibuku. Kalau kata aku: fleksibel. Haha.

Ok, aku suka ber-make up. Tapi cuma akhir-akhir ini aja. Itupun cuma kalau kerja. Kalau ngampus... paling cuma bedak tipis no foundation. Apalagi kalau di rumah. No make up at all. Not even a moisturizer.
I'm not wearing skirt much. Ribet, menurutku. Kecuali kalau mood aku lagi feminin. Hahahaha.
Anyway, BTW, bus way *so last year bgt gtu*, aku memutuskan untuk mulai merawat diri. Sedikit terlambat memang. But better, than nothing.
Aku dah mulai luluran, merawat wajah dengan baik (dan efeknya, udah jarang jerawatan dan kulit lebih putih), pake hair tonik. Perawatan luar, so far so good lah. So, aku memutuskan untuk melanjutkan perawatan ke bagian 'dalam'. Alias 'dalemannya' perempuan.

Susah banget nemuin yang jual ratus di toko-toko, yaah..entah susah atau aku aja yang ngga tau tempatnya kali ya. Kalau ke salon, jujur aja, belum tentu aku ada waktunya, plus aku agak risih juga. Lagian, sejak salon langgananku menghilang entah ke mana, aku belum menemukan salon baru lagi. Jadi, setelah browse2 sana sini, cari2 di toko2, aku memutuskan beli ratus v via on line. Aku beli di toko itu karena aku liat harga ratusnya paling murah. Dan kebetulan juga ada di kota yang sama dengan aku, jadi aku pikir, pasti ongkos kirimnya pun akan murah. Syukurnya, aku malah dapet free ongkos kirim. Like this a lot deh! ^_^. Aku beli ratus bakar, ratus rebus, dan ear candle.
Sesuai judulnya, acara ini pastinya da hubungannya ama kecantikan... yaitu..beauty and the beast! eh, engga ding... hehe.Ini acara beauty class gitu... . Jadi, di pamfletnya sih isi acaranya adalah make over class, motivatalk, dan dimeriahkan oleh bintang tamu Igo Idol *suer, aku ga tau siapa ini orang* ama band SHE *kalo yg ini aku suka*.
Dengan harga tiket 55k, kita dapet T-shirt, beauty guide, lunch box and sertifikat *begitu kata pamfletnya*.
Nah, kata yang jual tiket, kita harus dateng sebelum jam8. Jadi kita *aku dan 2 temanku* datang sebelum jam 8. Emang udah rame banget sih. Udah kayak pasar kaget aja itu convention hall. Di luar pintu masuk, kita harus nukerin tiket buat goodie bag. Di dalam goodie bag-nya ada t-shirt yang harus dipake sebelum masuk hall.
In face care
Jualan apa ngerampok, mbak??? Gak suka banget deh ama Sales Dempo cream
Posted on Rabu, 26 Januari 2011
Ini aku alamin tanggal 15 Januari kemaren. Pulang kerja kelompok, aku nyimpang ke BIP, ceritanya mau beli green tea... aku kan suka banget minum minuman yang satu ini. Setelah pilih-pilih greean tea, lewat ke bagian es krim, aku liat ada penampakan si trending topic ice cream..*twitter kalee* yaitu si magnum... mumpung ada, aku beli aja satu *rasanya biasa2 aja, sih, g enak2 amat.. haha... karena belinya yang vanilla kali ya, sedangkan aku sukanya coklat*
Keluar dari kassa, ada mbak-mbak yang nyolekin krim ke tanganku... trus ngasi pamflet. Aku baca,lah, pamfletnya. Dan terjadilah kejadian tragis itu... aku digiring ke SPG lainnya, muka aku dicolet-colet krim, sambil si mbak ngoceh panjang lebar tentang khasiat krim-nya...dengan jarak yang dekeeeet banget ke muka aku...*berdo'a banget si mbak ga punya penyakit menular*
First off all, aku bingung. Kenapa namanya harus "lulur pengantin". Apa bedanya ama lulur biasa??? Ehehe..pertanyaan random, tapi cukup mendasar, aku rasa. Soalnya, ade-ku yang cowo aja, begitu nemu ada lulur pengantin di kamar mandi, langsung cerewet-cerewet.... Yaa..cerewet soal apa lagi, klo bukan ngebencandain aku yang masih belum tau kapan bakal jadi pengantin.
so far so good sih...
Kenapa aku pake lulur pengantin? Yaa... aku sih g peduli ama embel-embel pengantin-nya ...
Yang aku perhatiinnya:
1. murah
2. mau nyobain aja...
sekarang ini, aku lagi pake lulur pengantin Ayudia... ini penampakannya...
so far so good sih...aku udah habis 3 pak... eh, apa 4,ya..lupa..hehe...
Haha... sesuai judulnya, I'm a fail blogger... terakhir kali nulis, sekitar 2 bulan yang lalu. Plus, ini adalah blog ke-3 yang pernah saya tulis. Parah gak tuh? I like to wrote. I really like to wrote. Tapi kadang saya terlalu banyak pertimbangan. Nulis juga kan pake otak... hoho... . I don't want my blog become a public diary. Because you know what.... what you wrote is describing you. Terlepas apakah tulisan itu karangan fiktif ataupun non fiktif.
Sesuai dengan judul blognya, anonim, I'd like to make my self *as a writer of this blog* tetap anonim, alias unknown *kecuali buat kalian yang dapet alamat blog ini dari akun facebook saya*. Saya sebenarnya masih belum tau jelas, apa yang akan saya lakukan dengan akun blog saya yang ini. Apa yang akan ada di dalamnya. Jadi sejauh ini isi blognya berantakan... campur-campur... haha.
Untuk yang mengikuti blog ini, berkunjung ke blog ini, saya ucapkan terimakasih... hehe... udah buang-buang waktunya baca hasil tulisan saya... Hopefully, soon I'll found out this blog purpose.
^_^
Tulisan ini bermula dari sebuah kejadian di akun jejaring sosial milik saya. Ada seseorang yang meminta berkenalan dengan saya. Saya sebenarnya bukan orang yang suka asal menerima permintaan pertemanan, terutama karena akhir-akhir ini semakin banyak tindak kejahatan yang bermula dari jejaring sosial. Namun karena ia adalah teman dari seseorang yang terpercaya, maka saya menerima permintaan pertemanannya. Dari profilnya, ia adalah seseorang yang berpendidikan, tercatat sebagai tenaga pendidikan di suatu universitas, dan sedang menuntut ilmu pula di salah satu tingkat pendidikan pasca sarjana. Namun sungguh diluar dugaan, perilakunya jauh dari sosok ideal sorang pendidik yang memiliki tingkat pendidikan yang tinggi.
Mari kita renungkan...
Ketika seseorang mengajak berkenalan, seperti apa sih, tata krama yang harus digunakan? Menurut saya, terlepas apakah ini di dunia nyata maupun dunia maya, tata krama harus tetap digunakan. Ketika seseorang mengajak berkenalan, bukankah ia yang sepatutnya memperkenalkan diri terlebih dahulu? Tapi yang terjadi tidaklah seperti itu. Si X ini *sebutlah namanya seperti itu* terus-terusan memborbardir saya dengan pertanyaan dan paksaan untuk bertemu secara langsung. Ia meminta nomer kontak saya. Ketika saya menanyakan hal sederhana seperti kegiatannya saat ini, ia menjawab dengan jawaban 'menunggu mati'. Maaf bila kata-kata saya yang berikut ini kasar, tapi, ketika berbincang dengannya melalui media chat, saya sampai sempat berfikir 'ini dia yang bahasanya terlalu tinggi ata sayanya yang guoblog ya...'
Ada yang bilang, cinta tak dapat ditebak datangnya... Ia datang tanpa diduga... . Pernyataan itu kurang lengkap, tampaknya... karena cinta juga bisa pergi tanpa permisi.
Untuk beberapa kasus, malah cinta seperti angkot...datang seben
tar, lalu pergi lagi. Dan cinta juga hilir mudik di depan hidung kita...tapi tidak semua cinta itu menarik untuk kita...
Entah karena supirnya kurang cocok, tarifnya yang kurang cocok, tujuannya yang kurang cocok, penumpangnya yang kurang cocok, atau malah mungkin karena bentuk fisiknya yang tidak cocok...
Entah karena supirnya kurang cocok, tarifnya yang kurang cocok, tujuannya yang kurang cocok, penumpangnya yang kurang cocok, atau malah mungkin karena bentuk fisiknya yang tidak cocok...
Hari jum'at kemarin, saya berputar-putar di BEC, selain melepas kekesalan (mood saya akhir-akhir ini kurang bagus), juga sekalian cari beberapa gadget. Setelah cape berkeliling, saya mulai haus. Sebagai bagian dari jalan-jalan irit, saya cari minum ke Giant BIP (dan yang dibeli pun green tea C2 yang cuma 2200 perak, greentea termurah). Keluar dari BIP, saya melihat ada keramaian... setiap pejalan kaki menengokkan kepalanya. Karena penasaran, saya ikut lihat juga.Ternyata Tony Jack BIP didemo pegawainya. Di kaca-kaca ditempeli karton-karton yang berisi protes mereka. Berdasar isi karton itu, ternyata Tony Jack belum membayar gaji karyawannya, karyawan bahkan tidak dibeli THR.
apalah artinya semua itu...
seketika kau merangsak masuk ke dalam hidupku...
mencoba membawa ku terbang begitu tinggi...
tahukah kau, aku tak mau terbang?
aku tak percaya padamu, itu sebab aku tak mau
kau terus kepakkan sayapmu mengelilingiku...
berputar-putar bagai pusaran angin...
begitu kuat, begitu indah, begitu menggoda...
menggoyahkan pijakanku...
membuatku ingin terbang bersamamu...
kau tahu pasti, aku tak punya sayap untuk terbang...
namun apa yang terjadi, ketika kuulurkan tangan padamu...
kau terbang meninggalkanku...
termenung, memandang kosong reruntuhan yang tersisa...
seketika kau merangsak masuk ke dalam hidupku...
mencoba membawa ku terbang begitu tinggi...
tahukah kau, aku tak mau terbang?
aku tak percaya padamu, itu sebab aku tak mau
kau terus kepakkan sayapmu mengelilingiku...
berputar-putar bagai pusaran angin...
begitu kuat, begitu indah, begitu menggoda...
menggoyahkan pijakanku...
membuatku ingin terbang bersamamu...
kau tahu pasti, aku tak punya sayap untuk terbang...
namun apa yang terjadi, ketika kuulurkan tangan padamu...
kau terbang meninggalkanku...
termenung, memandang kosong reruntuhan yang tersisa...
Langganan:
Postingan
(
Atom
)
Cari Blog Ini
Diberdayakan oleh Blogger.
Featured Post
Alam
Saya adalah seorang petualang. Dengan tubuh dan kaki yang kecil ini selalu mencoba menjelajahi setiap pelosok dunia. Keindahan a...