In Dieng Travelling

Seribu bintang langit Dieng

Akhirnya kutulis juga perjalanan ini..heuheu... ini perjalanan pertamaku. Never been alone, before. I mean, never doing this kind of trip, before. Before it, it's only on my mind... when I watching TV. *yeah.. I know, I'm using too many "before"*. Ok... I was a very delicate daughter... my mom never let me go, before... not even for a school trip until high school. Well, even in high school my mom only permit me to went on a school trip. Ok..ok... skip that sentimental stories of me... *it's my blog, anyway... I can write whatever I want* let's continue to the trip's stories... I'll write it in bahasa, by the way.


note: some pic will be added soon... I'm just too lazy to pick and edit it!

Jum'at 1 Juli 2011


16.00
berangkat dari rumah --> pinjem sleeping bag dulu

17.00
cari kaos kaki + makan malem (karena gak nemu kaos kaki bersih di rumah).

20.00
Sampai di stasiun Kiara condong... langsung masuk ke gerbong 3 kereta api Kutojaya selatan... karena mba Yanstri dan mas Topik udah di dalem (dan tiket saya dipegang mba Yans). Mba Yans dateng dari jam setengah delapan... sedangkan mas Topik udah dari maghrib duduk manis dalam kereta. Tanya kenapa! Soalnya... tempat duduknya free seat... alias tiket tidak bernomor kursi... jadi..siapa cepat dia dapat. Tiketnya seharga 20k rupiah sajah..saudara-saudara.

21.30
Kereta berangkat dengan kondisi padat... lorong penuh dengan orang yang berdiri. Untung saya udah biasa nahan pipis jadi gak pengen ke WC. Sampai jam 12-an, mata saya masih melek, karena hari-hari sebelumnya siklus hidup saya seperti burung hantu. Akhirnya saya minum antimo dan berhasil tidur dengan sukses.

Sabtu, 2 Juli 2011


06.30
Sampai di Kutoarjo. Menurut tiket, seharusnya sampainya jam 05.00 sih... tapi anda bukan berada di Indonesia kalau transportasi umum-nya on time.


Di Stasiun sudah ada beberapa orang... wajah yang kukenal cuma Halim... berhubung masih agak linglung *bukan agak, tapi memang linglung...karena efek antimo yang belum habis plus karena biasanya jam segitu saya justru sedang nyenyak-nyenyaknya tidur* jadi saya gak sempet kenalan... *please forgive my impolite behavior*. *Later on, I knew them ... Om Jimmy, Rifky, Efi, Nuril, dan Ratih *

Yang lain sarapan dengan masi Jamblang yang dibawa Halim... saya cuma minum teh manis + lontong yang lembeeek banget...karena lagi sariawan berat. Terus bersih-bersih badan di wc stasiun... yang bersih dan gratis.

07.30
Berangkat naik angkot warna kuning *gatau deh, jurusannya apa* buat naek mini bus menuju Wonosobo. Bayar angkotnya 5000 *mahal yaaa...* berhubung lagi sariawan berat, saya nyimpang dulu ke alfa mart, beli vitamin c *you c, maksudnya*

08.30
Mini bus berangkat... bayarnya 12k. Saya lupa, minum antimo atau engga. Yang pasti saya tidur, dan baru bangun pas mini bus berenti di wonosobo dan kami diturunkan secara tidak bertanggung jawab (sebenernya gak ngerti juga sih, kasusnya gimana, lha wong saya tidur... tapi kayaknya intinya seharusnya kami tidak diturunkan di situ).


10.35
Kami dioper ke angkot kuning (dibayar sama si sopir mini bus) untuk diantar ke tempat mini bus selanjutnya menuju Dieng. Tapi setelah selama perjalanan nego (ditawarin si sopir, tepatnya) akhirnya si angkot kami carter sampai Dieng seharga 110k. Dengan sebelumnya diantar dulu ke tempat makan siang...


Sopir angkotnya lucu deh... heuheu... talk active gitu. Kami diantar ke tempat mi Ongklok, makanan khas wonosobo *yang layaknya masakan Jawa tengah secara umum, rasanya manis tenan!* Untungnya saya gak pernah masalah dengan masakan apapun... hehe. Manis, pedas, asam, asin, pahit, semuanya doyan. :D

Mie ongklok adalah mi rebus, kucai dan kol, dengan guyuran kuah kental kanji berbumbu udang. Makannya ditambah tempe kemul dan sate sapi.  Mie dan sayur diongklok *dicelup-celupin ke air panas gitu deh* dan dikocok kayak mie kocok, terus dikasi dua jenis kuah. Rasanya: manis banget

.Sedangkan tempe kemul semacam tempe goreng, tapi tepungnya bukan terigu...tapi pati singkong yang masih basah. Jadinya kriuk-kriuk gitu deh.



11.00
Berangkat menuju Dieng... jalurnya mulus... berbelok-belok khas jalan pegunungan... serasa mau ke Ciwidey deh...


12.15
Sampai di Desa Dieng... bayar tiket 12k per-orang untuk 4 tujuan wisata. *di sini si pak supir yang kocak negur kami... kok gak ditawar,katanya... lah..mana kami tahu, kalau tiketnya bisa ditawar.. :) * Kami diantar ke Kawah Sikidang. Di situ shalat dhuhur dulu. Airnya sih gak dingin-dingin amat... tapi mushallanya dinginnya ajib dah! *harusnya gak usah dipasang keramik deh, lantainya... atau bikin dari bilik atau kayu aja lebih baik*

Di situ saya beli kaos kaki (lagi). Harga awalnya 15k... tapi bisa ditawar kok (tawar aja kalau tega mah). Si penjual menjual kupluk, kaos kaki, sarung tangan, masker, dan berbagai suvenir.



Kami lalu menjelajahi kawah. Baunya ajib deh... kalau jalur... hmmm... menurut saya yang biasa jalan sih biasa aja... namanya juga kawah..gunung... berbatu-batu deh. Hati-hati aja jalannya.






Di ujung jalan kenangan (halah..) terdapat kawah yang ekstra besar... dengan asap mengepul di udara*tiba-tiba inget lagu anak-anak yang tentang kapal laut*. Selesai sesi foto... *btw, setiap langkah selalu dipenuhi sesi foto* lalu kami menuju puncak yang lebih tinggi. Setelah duduk sebentar dan foto *lagi* kami turun lagi ke bawah. Di bawah saya beli kentang goreng 5k. Cukup banyak untuk ukuran 5k (kalo di fast food boro-boro dapet segitu). Lapar? gak juga sih. Cuma prinsip saya, kalau sedang di perjalanan ataupun berkegiatan, perut gak boleh dibiarin kosong.

Di situ kami ketemu dangan grup BPC Yogya, mas Kukuh dan bang Ali.

Oleh-oleh yang dijual di komplek kawah Sikidang


15.30
Kami (+ bang Ali) menuju Telaga Warna.

16.00
Sampai di Telaga warna... kami bayar lagi 2k buat tiket masuk.



17.30
Ketemu sama rombonganYogya lainnya. Terus jalan deh..menuju penginapan Bu Jono. Oh iya, sebenarnya kelompok kami pada awalnya tidak berniat nge-camp. Tapi akhirnya kami manut planning grup Yogya buat nge-camp. Jadilah kami menyewa tenda untuk nge camp.

18.10


Di Losmen Bu Jono, saya (lagi-lagi) makan. Kali ini nasi goreng telor seharga 8k *yang btw, tiiseun* dan air Jahe 5k. Di situ juga kami Sewa tenda untuk Camp di Sikunir ( 50k/8 @Rp 6.250), Logistik 8k.



20.30
Menuju Gunung Sikunir dengan menumpang Pick up (200k/14 orang @15k). Menyusuri jalan berkelok menuju Desa Sembungan Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo yang berada di ketinggian 2302 meter dpl. Langitnya sumpah indaaaaah banget. Udara dingin sih, saya gak pake kupluk maupun sarung tangan. But I still can survive it.

21.00
Kami tiba di pinggir Danau Kecebong, opsinya ada 2, antara nge-camp di situ dan subuh-subuh naik ke atas buat liat sun rise, atau nge-camp di atas. Dan kami memilih nge-camp di atas. Jadi kami nunggu dulu perbekalan datang sebelum ke atas. Di sini mulai deh kerasa dingin... ternyata tangan dan kakiku beku... *baru sadar pas pasang salonpas di kaki, sama sekali gak berasa* dan hidung kalau gak ditutup rasanya sakit.

21.30
Mulai mendaki ke Sikunir. Medan biasa aja sih, menurut saya (walaupun cukup licin). Gak terlalu melelahkan juga. Satu-satunya kelemahan adalah: minimnya senter. Senter saya dipinjam bang Ali pula. Yang pasti jalanan sempit dan diapit hutan dan jurang. Saya cari aman, kalau jalur gak keliatan, saya milih nunggu yang bawa senter *daripada terjun bebas ke jurang dan besoknya jadi headline di surat kabar: Seorang gadis berusia 25 tahun tewas di Sikunir*. Di sini, lagi-lagi saya mensyukuri: saya biasa jalan, saya kuat dingin, dan saya gak salah kostum *well prepared dah*

22.30
Akhirnya tiba di lokasi camp. Pemandangannya indah, memang. Tapi buat saya yang memang orang gunung biasa aja sih... Yang membuat saya takjub hanya 1: Hamparan ribuan bintang di langit! Jadi... sementara yang lain sibuk bikin tenda... saya malah tiduran di tanah memandangi hamparan lautan bintang. Tiba-tiba ada bintang jatuh! Kalau saya ngetik gini, pasti pada mikir saya bikin wish pas bintang jatuh... boro-boro! Yang ada pas liat bintang jatuh saya ngomong sendiri : "Iih... ada... *bintangnya keburu ilang* bintang jatuh.... " wkwkwkwkw....

Gak lama kemudian, mba Yuni dan mba Nana lewat... mau ikut menghangatkan badan di tenda di belakang kami *gak jauh dari kami, ada yang nenda juga... dan sudah lengkat dengan api unggunnya*. Jadinya saya ikutan deh... *karena Ratih dan Efi juga udah kedinginan*

11.00
Tenda-pun jadi. Saya gak inget gimana awalnya, pokoknya saya masuk tenda. Gak peduli apa yang terjadi, saya mau tidur. Saya harus jaga kondisi badan... selama sebulan terakhir, saya selalu tidur jam 5 pagi sampai jam 10. Karena itu, siklus biologis tubuh saya jadi agak ngaco. Jadi, saya masuk tenda, buka sleeping bag, nelen sebutir antimo... lalu tidur dengan pulas.

Minggu, 3 Juli

01.00
Tiba-tiba ada yang mengguncang-guncang tubuh saya, sambil disorot senter. Sang pelaku ternyata adalah: bang Ali. Ternyata hari itu mas Kukuh ulang tahun, jadi kami diminta ngasih ucapan di selembar karton. Ngaku deh, ngaku, saya gak ikut nulis. Di tenda ada saya, Efi, ratih, Nuril, dan mba Yans. Sementara yang lain corat-coret saya tidur lagi... sedangkan Ratih diseret keluar tenda. Lalu diiringi petikan gitar mereka bikin puisi bersambung tentang entahlah apa... karena saya tertidur lagi *antimo memang mantap*.



04.50
Tiba-tiba semua orang tidak ada di tenda, saya terbangun karena ditanya mba Yans "Tiara mau ikut ke puncak,gak?" Dengan linglung saya keluar tenda, langsung pakai sepatu...dan yang lain sudah shalat subuh *ampuni saya Tuhan, saya gak shalat subuh* dan langsung jalan ke puncak Sikunir.

Banyak juga rombongan yang jalan ke atas... mayoritas sih turis manca negara.

Berjalan mendaki perlahan sementara langit timur perlahan berubah warna dari gelap, keputihan, kekuningan dan kemerahan. Banyak rombongan lain yang juga ikut mendaki termasuk wisatawan mancanegara. Pendakian ke atas cukup cepat, cuma 10 menit-an. Lalu kamipun sampai ke puncak yang indah dengan berbagai latar gunung. Saya gak tau itu gunung apa aja *geografi saya gak pernah bagus* tapi dari blog Om Jimmy, katanya sih itu Gunung Sindoro, Sumbing di Sebelah kanan. Sementara Gunung Merapi dan Merbabu dan Ungaran berdiri di kejauhan.

Selalu... sesi foto-foto diadakan. Saya mupeng liat turis-turis lain yang bawa kamera dslr dan polaroid. heuheu.




07.00
Kami lalu turun kembali ke tenda setelah matahari bersinar terang. Dan teman-teman yang lainpun heboh karena ternyata Om Jimmy semalam tidur pas dipinggir jurang. Sementara yang lain sarapan mie rebus, roti, dsb, saya beres-beres sleeping bag dll. Saya cuma minum kopi seteguk.

08.00
Kami menuruni Sikunir, kembali ke sisi danau Kecebong, tempat pick-up yang kami sewa akan menjemput kami.
Danau Kecebong

08.15
Sampai di pinggir danau Kecebong... lagi-lagi sesi foto. Saya milih duduk-duduk.




08.40
Setelah lewat 40 menit dari waktu yang dijanjikan *jam 8* sementara pick up yang kami sewa masih belum datang juga, maka kami memutuskan untuk jalan kaki menuju Desa Sembungan ke rumah sang supir

09.00
Tiba di Sembungan, jalanan ramai... awalnya saya kira ada kegiatan mesjid atau ada hajatan. Ternyata yang ada adalah acara berkabung..karena malamnya ada 2 penduduk yang meninggal dalam kecelakaan. Saya baru tau, kalau di desa acara berkabung hampir sama ramainya dengan hajatan.

09.15
Menuju Desa Dieng menggunakan pick up.

10.00
Tiba di Terminal Candi Arjuna. Saya mulai lapar. Lalu makan mi baso jamur lumayan mahal *8k*, yang sedikit dan gak begitu enak... *laen kali saya pilih pop mie aja deh, yang jelas :D*



10.30
Melihat-lihat acara Dieng Culture and Festival yang berpusat di komplek candi Arjuna. Komplek candi dibatasi kain putih. Tiba-tiba saat prosesi dimulai, udara menjadi sangat panas. Matahari jadi galak. Untung saya selalu bawa payung.



Gak betah sama panasnya, plus karena gak kaliatan jelas juga, saya memutuskan pergi berkeliling stand, dan membeli 2 gantungan kunci @5k untuk kenang-kenangan.

12.15
Kembali berkumpul di terminal candi Arjuna. Ada yang beli Carica, oleh-oleh khas Dieng, semacam pepaya kecil yang dijadikan manisan. Saya gak beli, karena gak ada yang doyan di rumah *walaupun setelah saya pikir sekarang, at least I should've buy it at least one..tapi yasudahlah*

13.00
Berpisah dengan rombongan BPC yogya, kami berjalan ke pertigaan desa Dieng menunggu minibus menuju Wonosobo. Untungnya saya bersama rombongan... soalnya saya sama sekali gak ngerti kenek bus-nya waktu teriak-teriak "obo..obo..." oalah... ternyata maksudnya Wonosobo tokh...



13.20
Menuju Wonosbo (10k). Sebelumnya kami berangkat naik angkot carteran, sekarang naik mini bus. Saya serasa flash back ke beberapa tahun yang lalu... Serasa naik bus dari Padang panjang ke Padang. Sedikit sedih, kalau saya ingat lagi sekarang.

14.19
Menuju Purworejo (12k). Si kenek sempet berubah-ubah pas ngasih harga...padahal awalnya bilang 10k. Karena kami orang asing sih ya, jadi dinaikin harganya. Tapi yasudahlah. Perjalanan lamaaa sekali. Mini bus sempat ngetem beberapa kali. Yang lain tidur, tapi saya gak bisa tidur, dan gak mau tidur juga.

16.25
Tiba di Purworejo. Naik angkot kuning menuju terminal purworejo, karena saya dan mba Yans memutuskan untuk pulang naek Bus. Sementara yang lain menuju stasiun. Kami datang disambut calo yang menawarkan harga dengan mahal. Jadi kamipun berputar-putar dulu.

Ternyata oh ternyata, bus menuju Bandung adanya jam 8. Padahal katanya setiap jam-nya ada. Kamipun makan dulu di warung makan, yang si empunya punya anak yang kerja di Bandung. Kamipun memutuskan naik bus Budiman dengan harga tiket 85k dengan janji sampai ke Bandung jam 5 pagi. Lalu sambil menunggu kami ngobrol sama si empunya warung. Si empunya warung tertawa.."oalah... mba... ini kan purworejo... gak bisa disamain sama Bandung.." begitu katanya. Heu... saya jadi teringat kejadian waktu saya terlantar di alun-alun Sumedang jam 11 malam *gara-gara gak inget, yang namanya angkutan di desa itu cuma aktif sampai maghrib*.

19.00
Tiba-tiba ada sebentuk Rifky muncul di hadapan kami. Ternyata Rifky dan Efi gak kebagian tiket kereta, jadi memutuskan untuk naik Bus.

19.30
Kami disusul agen tiket. Bus segera datang.

20.00
Bus datang, kamipun diangkut. Sebenarnya, kursi saya dan mba Yans misah, yang satu di tengah, yang satu lagi di belakang. Tapi karena bangku belakang kosong, kami berdua memutuskan duduk di belakang. Alhamdulillah, pilihan kami gak salah *walau di ujung bangku ada ababil yang nyetel lagu pake speaker aktif music angel keras-keras dengan pilihan lagu yang ajib... yang seandainya membunuh itu gak dosa, udah saya lempar dia dari bus yang lagi melaju kencang* karena di pemberhentian berikutnya, bangku tengah itu jadi perdebatan... karena ada 3 orang yang nomor kursinya di blok situ.

Selanjutnya... saya milih minum antimo lagi. Tidur..tidur... . Tapi saya sempat sadar kami sempat berhenti di resto untuk makan malam *tiket kami sudah termasuk makan malam* *tapi saya milih tetap tidur di bus, dan mba Yans yang turun karena disuruh turun sama keneknya*. Lalu kamipun sempat berhenti cukup lama entah di mana.

Senin, 4 Juli
06.00
Saya terbangun, kami sudah di daerah menuju Nagreg. Mba Yans dipinggirku masih tidur. Aneh deh, jam subuh mereka kok gak berenti,ya...

07.00
Kami sampai di Nagreg... macetnya ampun deh...

08.00
Mulai jalan lagi dari Nagreg.

09.00
Sampai di Cileunyi, saya memutuskan turun duluan di sini. Daripada saya harus muter lagi, lama lagi nyampenya. Jadi Saya turun, naek Damri Jatinangor - Leuwi panjang. 20 menit kemudian, saya sudah ada di ujung jalan rumah saya. Nyampe Bandung jadi anak manja lagi deh, naek beca sampe rumah jam 09.30.





Tiara thanks to:

Allah SWT
My beloved mom
Teman-teman seperjalanan kali ini, khususnya mba Yans, thx for taking care of me, mba... maaf kalau saya bukan teman jalan yang baik... saya masih butuh banyak belajar ^_^
Teman-teman baru saya dalam perjalanan ini... nice to know you all
Cintya Marciana Pratiwi..thx bwt sleeping bag-nya..heuheu...
Obi zakaria... thx for driving me to the station
Oom Jimmy, dengan blog-nya http://tigatitik.wordpress.com/2011/07/04/dieng-wonosobo-jawa-tengah-1-3-juli-2011/ sebagai sumber referensi saya nulis blog ini *males banget saya ngetiknya, jadi pas mood buat ngetik udah banyak lupa*


note: some pic soon to be added... I'm just too lazy to select and edit the pic... 

Related Articles

6 komentar:

  1. yahh.. tinggal aku nih mba yang belum post tentang Dieng. agak males nulis nih :D
    i'll post it later as soon as possible ahh :)

    BalasHapus
  2. @ratih...ditunggu loh, tih, ceritanya. aq pgn tw apa yg tjadi pd-mu,nak, saat aq terlelap..hahaha...

    BalasHapus
  3. gak terasa ya sudah hampir setahun peristiwa itu. ayo datang lagi DCF 3 akhir juni ini

    BalasHapus
  4. weh~ ada Mas Kukuh...hehehe. Liat entar deh mas...posisi aku lagi di pulau mana... hehe

    BalasHapus
  5. apanya yang dmn? kmrn jadinya aq lagi di cirebon :D

    BalasHapus

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Featured Post

Alam

Saya adalah seorang petualang. Dengan tubuh dan kaki yang kecil ini selalu mencoba menjelajahi setiap pelosok dunia.  Keindahan a...