In

EMPAT HAL YANG MENGUBAH TAKDIR

Ada empat cara yang Allah telah takdirkan dan dapat mengubah takdir Allah s.w.t.:

Pertama, Ikhtiar,
Allah memberikan kepada kita tenaga, akal pikiran, dan perasaan yang merupakan prosesi untuk ikhtiar, berusaha, berjuang, bekerja, dan bergerak. Kita dianjurkan untuk selalu berikhtiar, berjuang, sabar dalam ikhtiar. Introspeksi diri dan memperbaiki keadaan dengan berjihad. Sebagaimana yang dijelaskan dalam Al-Qur’an : “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nikmat suatu kaum,kecuali kaum itu sendiri mengubah keadaan dirinya.” (Al-Ra’du [13]:11)

Kedua doa.
“Tidak ada yang bisa mengubah qadhanya Allah kecuali doa.” (H.R. Tirmidzi)
Doa yang dimaksud dalam hadits di atas adalah doa yang ikhlas dan sungguh-sungguh. Allah menegaskan dalam firman-Nya; “Berdoalah kalian kepada-Ku, niscaya doa kalian Aku jawab.” (Al-Mu’min [40]:60)
Allah sangat senang menatap hamba-Nya yang mengemis kepada-Nya, memohon kepada-Nya, agar Dia campur tangan dalam urusan kita. Menangis dalam berdoa. Puncak kekhusyukan doa adalah saat kita berdoa sambil menangis. Karena khusyu, mereka menangis, karena menangis mereka bertambah khusyuk. Berdoa saat sujud, karena itu adalah posisi yang terbaik untuk berdoa.Oleh karena itu, perbanyaklah berdoa saat sujud.

Ketiga, Khusnuzhan,
“Aku bagaimana prasangka atau praduga hamba-Ku.” (H.R. Bukhari) Baik sangka merupakan akhlak yang terpuji, ada hikmahnya, dan banyak kebaikannya. Kita harus selalu berbaik sangka bahwa dalam setiap peristiwa ada rahmat Allah. Subhanallah! Dengan berbaik sangka bahwa di baliksakit ada rahmat, di setiap musibah ada hikmah dan di dalam kematian ada ridhaAllah, maka kita akan bertambah dekat dengan Allah. Dengan baik sangka, takdir itu akan menjadi lebih baik, akan diterimanya dengan ikhlas, dan percaya bahwa takdir itu merupakan qudrah dan iradah Allah. Semua takdir yang diberikan oleh Allah adalah yang terbaik. Hanya saja kita sering melihatnya dengan nafsu dan emosi. Sedangkan dalam nafsu ada dunia, dosa, dan kepentingan-kepentingan sesaat yang menyebabkan kita tidak nyaman melihat takdir dan selalu menyalahkan.

Keempat, Tawakkal kepada Allah s.w.t.,
Setelah kita berikhtiar, berdoa dan berbaik sangka kemudian yang terakhir kita harus tawakkal.
Allah berfirman dalam Al-Qur’an:

“Siapapun yang menyerahkan urusannya kepada Allah (Setelah ia berikhtiar, berdoa dan berkhusnuzhan) niscaya Allah akan mencukupi kebutuhannya (urusan berikutnya adalah urusan Allah).” (At-Thalaq [65]: 3)
Allah sangat senang terhadap hamba-Nya yang setelah berjuang dengan maksimal, lalu ia menyerahkan sepenuhnya kepada Allah, apa pun yang diberikan Allah ia terima dengan lapang dada. Allah berfirman dalam Al-Qur’an: “Allah senang/cinta/sayang kepada hamba-hamba-Nya yang menyerahkan urusannya kepada Allah.” (Ali-Imran [3]: 159)

Sebagai manusia kita tidak ada apa-apanya, lemah, dan dha’if. Karena itu, setelah berikhtiar kita serahkan segalanya kepada Allah. Usaha wajib, tapi Allahlah yang menentukan hasilnya. Apa pun keputusan Allah, itulah yang terbaik.

Kutipan dari buku : “30 Hari Meraih Kekuatan Zikir”
Muhammad Arifin Ilham
Diterbitkan oleh Qultum Media

Related Articles

0 komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Featured Post

Alam

Saya adalah seorang petualang. Dengan tubuh dan kaki yang kecil ini selalu mencoba menjelajahi setiap pelosok dunia.  Keindahan a...