In kehidupan di Jepang nihon seikatsu speech contest

Test..test...1 2 3..test...

Pidato? Dalam bahasa Jepang? Waduh! Rasanya ga terbayang harus ikut lomba pidato, dalam bahasa Jepang pula. Seumur hidup saya cuma pernah sekali pidato...yaitu di mata kuliah public speaking..which is...10 tahun lalu! Oke, karena sebelumnya saya berprofesi sebagai pengajar, saya tidak memiliki kesulitan untuk berbicara di depan orang banyak. Tapi...this is a whole different thing! Kesadaran bahwa kita dinilai membuat berdiri dan berbicara di sebuah lomba pidato menjadi tidak mudah.

Ketika di kelas diumumkan akan ada lomba pidato, saya memang bersemangat. Hehehe. Banci tampilnya kambuh. Tapi layaknya seorang Tiara yang moody (terutama karena akhir-akhir ini mood saya memang kurang bagus) ketika sudah terpilih sebagai wakil kelas dan harus berlatih, saya jadi deg-degan dan males. Walau males, setiap hari saya menghapal dan melatih pidato saya. Sampai kertasnya lecek karena dibawa-bawa kemana-mana terus. Heuheu. Setiap jam istirahat baito saya menghapal dan berlatih di tempat parkir. Saya sengaja berlatih di tempat parkir, walaupun orang lalu lalang, untuk membiasakan diri dan menghilangkan rasa grogi karena diperhatikan orang lain.

Oh iya, layaknya seorang perempuan, begitu diumumkan bahwa saya menjadi wakil kelas, hal pertama yang saya pikirkan adalah: baju apa yang harus saya kenakan di hari itu! Hahaha. Baju apa, hijab apa, make up seperti apa. 

Pada hari H, saya meminta izin untuk ga datang baito, saya datang sekitar jam 12-an ke tempat pidato. Lomba pidato ini adalah acara tahunan yang selalu dilaksanakan oleh sekolah. Kali ini, tempat yang digunakan lebih indah dan lebih mewah dari tempat biasanya. Lomba dilaksanakan di Culture hall, tempat pagelaran musik klasik. Otomatis tempatnya luas, indah, dan mewah. lengkap dengan kursi merah ala bioskop, panggung dengan tirai yang menurun. 

Berkat latihan yang dilakukan di lapangan parkir, saya sama sekali tidak merasa grogi ataupun canggung ketika berpidato. Walaupun saya sendiri tidak puas dengan hasil pidato saya. Karena intonasi, ekspresi, semuanya saya rasa berantakan (kambuh lagi sifat perfeksionisnya). Tapi alhamdulillah, saya mendapat piagam dan hadiah, walaupun bukan sebagai juara utama. Hehehe. 





Just another summer memories...


Related Articles

0 komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Featured Post

Alam

Saya adalah seorang petualang. Dengan tubuh dan kaki yang kecil ini selalu mencoba menjelajahi setiap pelosok dunia.  Keindahan a...